Koleksi Foto Lintang Ayu, Foto lucu, Foto anak, gambar anak, gambar lucu. Belajar Fotografi, Teknik Fotografi, Cara Membuat Foto Bagus, Mendapatkan Penghasilan Dengan Jual Foto Online, Informasi sekitar Digital Stock Photography – Online Stock Photography

Tampilkan postingan dengan label Jual Beli Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jual Beli Foto. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 Januari 2010

Jual Foto Online

Barangkali anda setuju bahwa sayang bila kegiatan fotografi hanya digeluti sebatas hobi. Kini, di era fotografi digital (digital photography) dengan dukungan teknologi internet, banyak peluang untuk menambah penghasilan bagi penggemar fotografi. Tak peduli amatir atau profesional. Ini merupakan salah satu cabang dari bisnis online yang sudah tidak perlu diragukan lagi.

123rf adalah salah satu situs yang berperan sebagai semacam agensi foto (photo agency) atau stock photos. Banyak orang dari seluruh dunia memuatkan (upload) atau memajang hasil memotret mereka di situs ini, dengan maksud menjualnya. Proses menjual foto (selling photo process) melalui 123rf.com amat mudah dan sederhana. Hanya melalui 3 tahap (step).
  1. Tahap 1: Mendaftar (sign up) di 123rf.com untuk menjadi anggota 123RF.
  2. Tahap 2: Upload foto anda. Log in, buka menu photograpers lalu klik "upload images". Selanjutnya 123RF akan menjualkan foto anda.
  3. Tahap 3: Lakukan terus menerus pemuatan (uploading/submitting) untuk mendapat bayaran lebih.


Berapa bayaran yang akan anda terima?
123RF akan membayar anda 50% dari tiap foto anda yang terjual alias diunduh (download) orang lain.

Cara untuk mendapatkan bayaran tambahan dari 123RF:
  • Mereferensikan kepada pembeli (Refer customers):

    Artinya anda telah membantu mempromosikan situs 123RF serta mengantarkan pembeli di situs ini. Jasa anda tersebut akan diganjar bayaran sebesar $0.36 per foto yang didownload oleh sang pembeli.

  • Mereferensikan kepada fotografer lain (Refer photographers):
    Artinya anda memberi referensi atau rujukan kepada teman atau kerabat anda untuk bergabung di 123RF. Ketika foto milik fotografer rujukan anda tersebut terjual, anda juga akan mendapat bayaran dari 123RF. Jumlahnya, 10% dari harga tiap foto yang terjual atau didownload pembeli.

Mudah-mudahan, dengan menjual foto secara online, hobi memotret bisa menguntungkan. Jual Foto Online tidaklah memerlukan modal bila sudah memiliki kamera digital. Kecuali modal komputer dan koneksi internet.
Joko Catur Jual Beli Foto
Selasa, 12 Januari 2010

Dapatkan Stok Foto Tekstur Gratis Di Texturevault

Dapatkan Stok Foto Tekstur Gratis Di Texturevault. Bagi seorang web designer atau graphic designer yang memerlukan stok tekstur sebagai background atau karya kreatif masing-masing, anda bisa dapatkan secara GRATIS di Texturevault.

Texturevault menyediakan foto tekstur berkualitas yang didukung oleh komunitas yang mengirimkan stok foto mereka. Anda sebagai member dapat mengirimkan serta menjual stok foto tekstur anda, serta anda dapat mendownload tekstur dengan gratis khusus untuk gambar dengan kualitas menengah, biasanya kualitas menengah digunakan untuk artikel atau blog. Bagi yang membutuhkan kualitas tinggi, anda cukup membayar $2 atau $4 untuk kualitas premium/High Quality Textures.

Daftarkan diri anda untuk mendapat akun gratis serta mendapat fitur "add to lightbox", rating tekstur, komentar, dan masih banyak lagi.

Bagi anda seorang fotografer, anda juga dapat mencari uang dengan cara meng-upload foto tekstur anda dan menjualnya serta mendapat 60% dari nilai penjualan foto anda.

Bagi pekerja affiliasi, silahkan mereferral website Texturevault dan anda akan mendapat 10% komisi untuk setiap referral yang masuk kualifikasi.

Website Texturevault dapat diakses di http://www.texturevault.net/





10 Tips for Shooting for Graphic Textures

Remnant Productions has ten tips for photographers to hone their texture skills:

1. Use side light: Side light will always bring out more significant texture than direct lighting.

2. Don’t get too fancy, but shoot with an angle. Remember that there is always a place for the seemingly unoriginal texture of dirt, but don’t be afraid to shoot that dirt from a variety of different angles and positions.

3. Remember that while the image is an essential piece of the work, it is not the only piece. Think about how well the image will blend with text, other images, and layout.

4. Shoot with the highest resolution possible. Graphic artists may take your image and magnify it to emphasize the texture in a piece. This is not possible if your image is low quality.

5. Shoot in unexpected places. Dumps and recycling facilities have a surprising amount of easy-to-spot textures. Metal, wood, plastics, rust – and all in a variety of conditions. These textures are invaluable to graphic artists.

6. Pay attention to color. Graphic artists pay special attention to color theory. As color communicates powerfully in design, be sure to do everything possible to unify the color schemes to your image, and make the color as vivid and vibrant as possible.

7. Look to the skies. A vivid blue sky or dark and stormy clouds always have a place in a graphic artists’ texture library. As these horizon images are often used as backgrounds, be sure to capture in a maximum resolution size.

8. Be a team player. If a graphic artist requests a shot, do whatever you can to understand exactly what he is looking for. Don’t complain if the shot you come back with doesn’t work. Always be willing to go back out and try again.

9. Specifically go for lack of detail. You don’t want a lot of variation in color or pattern. Keep it simple.

10. Shoot your textures in a series. Find a good patch of concrete? Get a series of that concrete in a variety of different places, angles, and position. Then you can offer it as a package.











Need high quality textures?
Visit texturevault.net for high quality royalty free texture images. Thousands of premium textures available at your fingertips.



10 Tips for Shooting for Graphic Textures


Remnant Productions has ten tips for photographers to hone their texture skills:

1. Use side light: Side light will always bring out more significant texture than direct lighting.

2. Don’t get too fancy, but shoot with an angle. Remember that there is always a place for the seemingly unoriginal texture of dirt, but don’t be afraid to shoot that dirt from a variety of different angles and positions.

3. Remember that while the image is an essential piece of the work, it is not the only piece. Think about how well the image will blend with text, other images, and layout.

4. Shoot with the highest resolution possible. Graphic artists may take your image and magnify it to emphasize the texture in a piece. This is not possible if your image is low quality.

5. Shoot in unexpected places. Dumps and recycling facilities have a surprising amount of easy-to-spot textures. Metal, wood, plastics, rust – and all in a variety of conditions. These textures are invaluable to graphic artists.

6. Pay attention to color. Graphic artists pay special attention to color theory. As color communicates powerfully in design, be sure to do everything possible to unify the color schemes to your image, and make the color as vivid and vibrant as possible.

7. Look to the skies. A vivid blue sky or dark and stormy clouds always have a place in a graphic artists’ texture library. As these horizon images are often used as backgrounds, be sure to capture in a maximum resolution size.

8. Be a team player. If a graphic artist requests a shot, do whatever you can to understand exactly what he is looking for. Don’t complain if the shot you come back with doesn’t work. Always be willing to go back out and try again.

9. Specifically go for lack of detail. You don’t want a lot of variation in color or pattern. Keep it simple.

10. Shoot your textures in a series. Find a good patch of concrete? Get a series of that concrete in a variety of different places, angles, and position. Then you can offer it as a package.

Read more: http://digital-photography-school.com/10-tips-for-shooting-for-graphic-textures#ixzz0cOvpPEPQ
Minggu, 10 Januari 2010

Contoh Foto Tidak Laku Dijual, BigStockPhoto Upload Status

Contoh Foto Tidak Laku Dijual, BigStockPhoto Upload Status.

Membuat foto bagus memang agak susah bila menggunakan kamera digital biasa (Canaon IXY Digital 700). Foto ini tidak diterima oleh BigStockPhoto.com
Jual Beli Foto, Teknik Fotografi, Lintang Ayu,

Alasannya : Reason: Artifact Problems: Noise/Grain/Chromatic or other artifacts due to low light, blue or purple fringing, high ISO, over-sharpening or post processing techniques. Please view image at 100% prior to submission

Memang harus banyak belajar untuk bisa menjual foto di internet.
Sabtu, 09 Januari 2010

Menjual Foto Sesuai Pesanan, harga terendah foto $50

Fotografi adalah salah satu medium yang populer beberapa tahun kebelakang, sejak kamera digital banyak digunakan dan harganya terjangkau, kini tidak hanya para profesional tapi amatir menjadi addict pada kegiatan yang satu ini.

Dengan kemajuan internet, kini kolaborasi antara fotografi dan web-based platform mengangkat lebih jauh para fotografer ke tingkat selanjutnya. Berita foto, foto profesional dan hasil karya foto amatir kini beredar luas di dunia cloud.

Bisnis stock foto pun kini telah merambah ke Indonesia, jika dulu kita hanya mengenal iStockphoto, fotolia.com, dreamstime.com, featurepics.com, bigstockphoto.com
123rf.com, texturevault.net dan Shutterstock, kini aplikasi seperti AyoFoto dan beberapa situs yang menampilkan karya-karya foto juga menyediakan foto untuk para photostock buyer.

Tapi ada satu situs yang membawa sebuah pola baru dalam proses tawar menawar foto, situs itu adalah FocalPop.

FocalPop adalah web-based platform yang mengunakan sistem crowdsource dalam proses intinya. Aplikasi
ini memungkinkan para pembeli foto untuk mendapatkan foto yang mereka inginkan secara pas dan sesuai,
dengan cara mengirimkan pada crowdsource detail foto seperti apa yang dibutuhkan.

Secara sederhana, proses penawaran foto dimulai dari pencari foto atau buyer/seeker, mereka menuliskan request jenis foto, lengkap dengan detail yang diinginkan dan jumlah harga yang akan mereka bayar untuk hasil foto terbaik, dan mencantumkan juga deadline, lalu meng-upload request ini melalui FocalPop. Lalu FocalPop akan memberitahu komunitas fofografi tentang request buyer ini, kemudian fotografer yang merasa tertarik untuk mengirimkan foto sesuai dengan detail yang diminta, kemudian mengupload foto mereka.

Setelah waktu deadline, maka seeker atau buyer akan memilih foto yang sesuai dengan keinginan mereka,
dan membayar FocalPop sesuai dengan yang telah disepakati, FocalPop akan mengirimkan hasil foto
dalam resolusi tinggi untuk seeker/buyer lalu FocalPop akan membayar fotografer yang hasil fotonya terpilih.

Proses ini unik, karena menjembatani kebutuhan dua belah pihak yang sering kali menemukan jalan buntu. Buyer tidak menemukan atau kesulitan mencari foto yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan fotografer tidak mengetahui secara pasti, sebenarnya foto seperti apa yang dibutuhkan atau laku dijual. Dengan mengirimkan request pada crowdsource, efesiensi tentang tema apa yang diinginkan serta spesifikasi kebutuhan foto bisa di maksimalkan.

Tentang komisi, FocalPop memberikan komisi minimun sebesar 70% dengan harga terendah foto $50. Sejak
kemunculannya FocalPop telah menarik berbagai user dari 63 negara dan terus bertumbuh, tema-tema request pun terus bertambah.

Industri foto di tanah lokal pun terus bertumbuh, bahkan telah menjadi gaya hidup, para profesional pun terus berdatangan, saya kebetulan tadi membaca salah satu artikel di majalah tentang pengusaha muda terbaik asia, dan salah satunya adalah seorang fotografer yang mengembangkan bisnis fotografi.

Di Indonesia setidaknya ada juga beberapa web based aplication yang berfokus pada fotografi, seperti Fotokita, Citizen Kompas, AyoFoto, yang terakhir ini penggunanya cukup besar dan menampilkan juga stock foto untuk dijual.

Internet memang bisa dikolaborasikan dengan hampir apa saja, termasuk fotografi.

Tertarik untuk membuat startup berbasis fotografi ? Atau anda punya pendapat lain dengan web based apps berbasis fofografi, jangan sungkan untuk share pendapat anda pada kolom komentar.

fotolia.com
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
istockphoto.com
texturevault.net
Joko Catur Jual Beli Foto

CARA MEMBUAT FOTO BAGUS

BAGAIMANA SIH CARA MEMBUAT FOTO BAGUS ?

Earn Money Selling Photos on the Internet. Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Pertama-tama sebelum memasuki pembicaraan tentang fotografi dan cara membuat foto yang bagus, maka kita harus menyepakati arti kata bagus itu dulu. Pengertian bagus sangatlah subyektif dan relatif. Karena bagus bagi seseorang belum tentu bagus bagi yang lain. Meskipun demikian, ada benang merah yang bisa kita terapkan untuk mendasari kita menilai sebuah foto.


Dasar penilaian obyektif dalam menilai sebuah foto adalah teknik-kreatif-komunikatif.


Persoalan teknik menjadi pondasi penciptaan karya foto.

Jika kita melihat sebuah foto tidak fokus, maka foto tersebut tidak bisa kita sebut bagus. Jika pencahayaannya kurang (under exposure), maka secara teknik juga jauh dari bagus. Masalah fokus, pengukuran exposure, pemilihan lensa, kesalahan pemilihan resolusi image, ISO tidak tepat, white balanced menyimpang, dan persoalan lain seputar pengoperasian kamera, adalah ketrampilan penguasaan teknik. Dalam hal ini seorang fotografer harus menguasainya dan menjadi basic atas ketrampilan berikutnya.

Masih di wilayah teknik, adalah penguasaan ketrampilan menata lighting. Fotografi tanpa lighting bukanlah fotografi. Cahaya dibutuhkan fotografer seperti kebutuhan pelukis atas cat atau tinta. Menurut akar katanya, fotografi adalah melukis dengan cahaya. Tidak ada cahaya, fotografer tidak bisa memotret.


Fotografi mau tidak mau adalah salah satu media bagi bahasa komunikasi visual yang masuk dalam khasanah seni rupa. Dengan kamera dan cahaya, seorang fotografer mengungkapkan ide, gagasan dan pesan kreatifnya. Ungkapan kreatif-artistik tersebut dapat terwujud dengan baik, jika penempatan obyek di dalam viewer tertata baik komposisinya. Penataan komposisi ini menjadi basic atas hasil sebuah foto terlihat indah atau tidak. Penataan komposisi yang tidak tepat menjadikan sebuah foto kehilangan gregetnya.


Adalah omong kosong belaka jika belajar fotografi hanya dengan menguasai teorinya saja dengan tidak pernah melakukan pemotretan. Kesempurnaan hanya dapat dicapai dengan banyak latihan. Latihan terbaik adalah memotret. Bawalah kamera kemanapun kita pergi. Potretlah apa pun yang menurut kita layak kita potret. Lakukan pemotretan dengan dasar-dasar teori yang pernah dipelajari. Lakukan pemotretan dengan jangan asal jepret. Sebelum memotret lakukan pengamatan terlebih dahulu.

Lihat, amati, pertimbangkan, arahkan kamera, pilih mode operasional kamera yang sesuai, tunggu saat yang tepat, baru jepret. Pemotretan yang asal jepret akan menghabiskan kapasitas memory card. Selain itu juga akan menjadikan kita sibuk setelahnya, karena akan banyak foto yang akan kita delete. Belum lagi dengan usia kamera yang makin menyusut, karena pemakaian yang berlebihan.

Setelah kita menguasai teknik operasional kamera, lighting, dan komposisi, maka kita tidak akan kesulitan untuk mencoba berkata-kata dengan bahasa fotografi. Masalah teknik adalah tata bahasa. Foto adalah media komunikasi visual. Untuk dapat menguasai bercerita dengan foto maka kita harus menguasai tekniknya dulu. Jika belum apa-apa kita pengin ngomong dengan fotografi padahal kita belum mengerti tekniknya, maka kita berlaku seperti anak kecil yang baru belajar ngomong dan mengeluarkan semua kata yang dikuasainya. Akibatnya, orang lain pun tidak mengerti maksud dari si anak tadi.


Oleh karena itu, belajar teknik adalah mutlak perlu. Belajarlah secara bertahap. Step by step. Jangan tergesa-gesa melangkah ke anak tangga berikutnya jika anak tangga terbawah belum dijejak. Bila memaksa diri maka kita akan menjadi frustrasi dan akan kehilangan kenikmatan melalui proses pembelajaran yang benar. Pelatihan fotografi membutuhkan proses. Belajar fotografi membutuhkan pemahaman teori dan pengendapan rasa. Meskipun tidak ada cara instan belajar fotografi, namun ada cara mudah mencapainya.

Cara termudah belajar fotografi adalah dengan dipandu fotografer senior yang menguasai cara mengajar dengan benar. Banyak fotografer hebat, namun belum tentu hebat ketika mengajarkan ilmunya.

Belajar fotografi bisa secara otodidak, namun akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tidak ada yang mengevaluasi atau membetulkan jika kita salah. Cara termudah adalah dengan bimbingan fotografer lain.

Hanya masalahnya apakah kita dapat mengganggu fotografer senior dengan pertanyaan-pertanyaan kita kapan pun kita mau? Tentu saja tidak! Oleh karena itu pilihlah pembimbing yang memang meluangkan waktunya untuk membimbing pemula. Pilihan terbaik hanyalah melalui kursus fotografi online. Kapan pun kita punya masalah, kita bisa melayangkan email dan meminta penjelasan. Simple dan flexible.

Menjadi seorang fotografer adalah masalah pilihan. Kita mau menjadi fotografer yang mampu membuat foto-foto cantik atau cukup puas dengan foto-foto asal jepret. Jika kita ingin membuat foto indah maka kita harus belajar dengan melalui tahapan tadi. Bila kita hanya ingin memotret dengan asal jepret, maka Anda membuang waktu dengan membaca artikel ini

Tempat Saya Biasa jual Foto, Anda juga bisa ikut jual foto dengan syarat fotonya Bagus,tak ada salahnya bila mencoba :
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com

Jumat, 08 Januari 2010

Earn Money Selling Photos on the Internet

Earn Money Selling Photos on the Internet. Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Got a digital camera? Now you can earn money selling your pictures on the Internet! If you have a good eye and if you are a creative person, you can generate very nice monthly income by selling your pictures on stock photography web sites. Personally, I am receiving checks and PayPal transfers for few hundreds bucks every month and you can do it too. At least, it pays you back for all that nice and expensive photographic gear you have purchased last year.

I truly love online stock photography Internet phenomenon, since it is the first in the world and probably the only business model which allows amateur photographers like you and me to earn some money from they lovely hobby. In fact, if you are a talented photographer and you shoot hundreds of pictures every month you can earn a very significant part of your living by shooting high quality creative pictures for stock photography agencies.

There are many stock photography sites that will be happy to sell your photos and share with you the received revenues. iStockPhoto, ShutterStock, Fotolia, BigStockPhoto and CanStockPhoto are just few stock sites to name. All stock sites allow you to register for free as their submitting photographer and start uploading your work to their banks. However, be aware that many sites will ask you to provide detailed personal information such as a scan of you picture ID or passport. Also, at many sites you will be requested to sign and fax back a signed copy of the site’s ’submitter agreement’. These requirements are part of continuous effort of limiting the image fraud on the Internet and protecting both image buyers and image copyright owners from the fraudulent behavior.

Earn Money Selling Photos on the Internet. In addition to the submitters authentication, many stock photo sites will ask you to pass a professional online test, which should verify that you have all the required photographic skills and that you understand rules of the game on stock photography market. Do not be afraid of that test. If you know the difference between shutter speed and the aperture and if you can explain what is DOF you will pass this test for sure. And the basic stock photography rules are quite simple:
Earn Money Selling Photos on the Internet.
1) Do not submit images that include any copyrighted material Avoid photographing company logos, trademarks, third-party images and brands.

2) Provide a model release for any recognizable person in your image Each site has its own standard model release form that you have to fill in and send along with each image containing a recognizable person. It could be a good idea to keep handly printed copies of model releases for all the sites where you submit your photos. When you shoot a person, do not forget signing her on one or more model releases! Note, that most sites will also ask you for the copy of model’s ID, the witness signature and a copy of witness picture ID. Keep all this in your mind when you prepare a stock shooting session

3) Editorial content Some stock photo agencies, e.g. ShutterStock has a separate section / category for editorial images. Different rules set apply for editorial content. Editorial content can be used only in news and therefore editorial images do not require model releases and can include copyrighted material. So, if you have shot a carnival in Brazil do not throw out all your pictures because you do not have model releases for all these people. You still can submit your images as editorial content at some stock photography sites. However, be aware that there are not too much buyers for this type of content and the submitters’ competition could be tight.

4) Use appropriate lighting and composition This is common sense, but I will mention it anyway. Your images compete for the buyers attention with images created by highly qualified talented professional photographers which shoot for years, own nice equipment and definitely know how and when use it. You must think creatively in terms of lighting and composition, otherwise your images will never sell.

For instance, if until now you relied on built-in camera flash as a proper source for indoor lighting it is a time to change your mind. Go to the stock sites and take a look how other photographers use light in their work. You will probably need to switch to some more professional sources of lighting for your indoor photography. Again – be creative and you will win the war for the buyers’ attention and buyers dollars!

5) Images format must be JPG at most sites, typically starting from 2 megapixels and with max file size of 8-10 MB

6) Properly prepare your images before uploading them to stock photo sites First of all it means digital editing. There are many software applications that can help you to edit your image, starting from the industry standard de-facto Adobe Photoshop tool, followed up by the newest and much cheaper than Photoshop Adobe Lightroom and ending up with Google’s Picassa, which is very limited in its editing capabilities, but is available free of charge. Do your best editing your pixels. In many cases some light extra-saturation will help.

However, making your image look gorgeous is still not enough to create a bestselling picture. Think about buyers. Buyers still have to find your image among all the similar pictures in the web image database provided by a stock agency. It means you have to describe your image using appropriative keywords, title and description. It is important to do it before uploading images to a stock photo site, otherwise you will need to add keywords at every stock site, thus multiplying image preparation time.

Fortunately, keywords data can be inserted directly into JPG file, so the image carries its own keywords. This image metadata modification protocol is called IPTC and is implemented by some graphical applications, e.g. Adobe Photoshop. Editing IPTC data and selection of proper descriptive keywords can take significant amount of time, especially if English is not your mother tongue or if you just much better in taking pictures than in describing them in words. Buyers will never find your image if it was loosely keyworded, but the proper keywording and upload to multiple sites can take a while! Additionally, if you wish to keep the control what image was uploaded to which site and when, you might be completely lost after uploading a few tens of images.

Fortunately, there is dedicated stock photography management tool which takes care of all the issues above. ProStockMaster provides significant aid for a stock photographer by streamlining stock photography workflow. The application sports semi-automated images keywording, IPTC data editing, EXIF reading and provides simultaneous images upload to multiple leading stock photography agencies. ProStockMaster is available for free download from the product web site: http://www.prostockmaster.com. The free version is limited to 5 image uploads daily which certainly could be enough for many beginning stock photo submitters, saving them tens of hours of routine image preparation and management work in front of their computers.

7) Prices and payments – what income you can expect Most stock photography agencies pay photographers for each download (a purchase) made by the image buyer. This is a micro-payment model and the prices you get paid start as low as $0.20. However, if you were successful to create a real bestselling image you can easy hit few hundreds downloads a month, so your earning arithmetic can be $0.2 x 300 = $60 monthly for a single image. Shooting 10 bestsellers monthly could generate you $600 monthly income – definitely not a bad return on a few hours investment.

The rule of the thumb says the more images you have online in each and every stock photography agency the more images you sell and the higher monthly income you get. Typically, stock agencies send you a check or a PayPal transfer at the end of every month if you have earned more than a certain amount of cash, typically $100, during that month. Your earnings will be collected by the site until they reach this minimal payment.

Well, that’s all folks! Just take your digital camera now and go for a shooting session. Oh, - wait!, wait a second. First, open your web browser and look what other people submit to stock photography agencies. Note the most popular images and agencies suggestions for stock content categories and keep these subjects in mind when you shoot. My personal advice? Avoid flowers close-ups, typical landscapes, city scenes and buildings. Try to materialize business terms and shoot pictures which represent them,e.g. ’success’, ‘failure’, ‘partnership’. Be always creative in your work and your pictures will become online bestsellers. Good luck and happy shooting!

Useful URLs Earn Money Selling Photos on the Internet : Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Kamis, 07 Januari 2010

Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto

Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto. Anda suka dengan dunia fotografi, atau seorang fotografer yang berminat membuka usaha menjual foto secara online?

Triarctic mungkin bisa menjadi salah satu pilihan anda, Triarctic adalah aplikasi foto galeri yang berbasis Java dan menggunakan teknologi AJAX, anda dapat memasang foto galeri secara online, dan para pengunjung dapat membuat ranking per foto, meninggalkan pesan.

Administrator dapat membuat album, memperkecil gambar untuk thumbnail, dan melihat statistik.

Bagi yang berencana menjual fotonya, telah tersedia integrasi dengan Paypal untuk penjualan foto online.

Triarctic berlisensi open-source GNU General Public License (GPL) dan dapat diunduh secara gratis.

Bila Anda ingin Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto, silakan download di : http://sourceforge.net/projects/triarcticphoto/

Lintang Ayu Jual Beli Foto

Jual Beli Foto dan Desain Online di Dreamstime.com

Jual Beli Foto
Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama. Inilah saatnya para fotografer dan desainer untuk mendulang dollar secara online di dreamstime.com Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya kita kenalan dulu sama Microstock foto ini .

Dreamstime.com adalah perusahaan yang menyediakan high quality digital images dengan harga yang bisa dibilang murah tapi nggak murahan! tentunya. Disini merupakan tempat yang cocok bagi para fotografer dan desainer baik pemula maupun profesional untuk menjual hasil karyanya secara online.
Disini juga merupakan tempat yang tepat bagi para pencari stock foto atau desain untuk membeli gambar yang akan digunakan untuk keperluan percetakan, majalah, mendesain web, dll.

Memang banyak situs lain yang menawarkan hal serupa, namun berdasarkan pengalaman penulis yang sekaligus sebagai kontributor, situs dreamstime.com merupakan situs yang paling gampang tuk dipelajari dan dijalani, nggak perlu banyak persyaratan, begitu daftar langsung bisa upload. Oh ya hampir lupa, daftarnya gratis lo...dijamin 100% tanpa bayaran sedikit pun.

Klo yang mau info lebih jelas tentang dreamstime.com lihat aja disini ato yang udah nggak sabar mo langsung daftar klik aja disini


Kalau ingin Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama kita hrus mengetajui bagaimana Cara Membuat Foto Bagus.
Minggu, 03 Januari 2010

Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama

Ada sebuah situs yang menawarkan materi 3 days short e-course , untuk Mendapatkan Uang Saku Ekstra hingga Pendapatan Utama dengan Kamera Digital Anda!
berikut Sedikit Cuplikannya :

Setelah mempelajari materi 3 days short e-course dari Jual Foto Online, Anda akan dapat:

Mengetahui agency mana saja yang merupakan pilihan terbaik untuk melakukan penjualan photo Anda, dengan rate penjualan terbaik/tertinggi

Menentukan program pilihan mana yang akan dijadikan prioritas untuk konsentrasi pembuatan dan pengiriman materi Mengetahui dan menentukan sistem pembayaran yang paling mudah, aman & menguntungkan

Menentukan object photo dengan lebih baik, banyak dicari dan dapat lebih mudah terjualMengetahui jenis photo editorial dan non editorial untuk menghindarkan pelanggaran/tuntutan hukum

Membuat judul photo dan deskripsi dengan pendekatan psikologis terbaik, yang akan mempengaruhi persepsi dan emosi calon pembeli saat melihatnya

Membuat keywords untuk photo Anda dengan efektif, dengan daftar seluas mungkin yang aman dan tidak melanggar peraturan, plus tips membuat keyword secara otomatis yang belum banyak diketahui

Menikmati sistem yang bekerja 24 jam penuh setiap harinya tanpa perlu melakukan usaha penjualan Meraih target pendapatan tambahan yang Anda inginkan, bisa berkisar antara Rp 1-10Jt per bulan, atau lebih! Semuanya terserah pada usaha Anda! Banyak photographer dari Asia mencapai pendapatan di atas Rp 10 juta per bulan dengan mengikuti program yang tersedia Pada materi update disampaikan info seorang peserta program yang meraih $2000-2500 per bulan, plus sample hasil karyanya.

Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama, microstock yang sudah ternama misalnya:
fotolia.com
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
istockphoto.com
texturevault.net

shutterstock.com

Ini ada beberapa tip untuk para microstocker:

1. Kurangi mengupload photo yang "nyeni"
2. Photo anda akan di pakai desaigner, berfikirlah seperti designer.
3. Gunakan ISo di bawah 200, lebih dari itu lebih baik di tunda pengambilan gambar.
4. Gunakan DSLR.
5. No noise. Maksudnya bukan no noise biasa tapi pada 100% zoom.
6. No blur, maksudnya no blur biasa tapi pada 100% zoom.
7. Lebih dari 4mp
8. Kurangi adjustment di photoshop, bila terlalu banyak maka akan menimbulkan artifact pada 100% zoom.
9. Foto anda di review pada 100% zoom.
10. Siap2 menerima penolakan dari reviewer yang alasanya biasanya ada2 saja.
11.Lensa Kit nya canon tidak di anjurkan, soft pada 100%.
12. No purple fringing at 100%
13. Photonya hasil karya sendiri.
14. Gunakan model release untuk yang pakai model (saya ada formnya kalo mau)
16. mengupload photo sebanyak2 nya secara rutin.
17. Photo yang background putih (isolation) sangat di sukai designer (laku keras).
18. Upload menggunakan FTP (kecuali Istockphoto tdk bisa pakai FTP) lebih cepat.
19. Oiya microstocker yang sukses bisa menghasilkan $60.000 sebulan (hampir 600jt perbulan!!) seperti Yuri arcurs beritanya di http://www.microstockdiaries.com/yuri-arcurs.html cameranya pakai Hasselblad Medium Format 39MP pixel dulu dia pakai 1D mark II

hmm apalagi ya?...
20. no logo, no branding, merk dlm foto.
21. keywords sangat penting, supaya tidak report bikin keyword pakai IPTC editing program atau photoshop juga bisa.

Intinya satu...keep upload, awalnya sih susah tapi lama2 terbiasa, agency yang paling ketat seleksinya adalah istockphoto.com.
Yang paling gampang menerima featurepics.com dan bigstockphoto.com.