Koleksi Foto Lintang Ayu, Foto lucu, Foto anak, gambar anak, gambar lucu. Belajar Fotografi, Teknik Fotografi, Cara Membuat Foto Bagus, Mendapatkan Penghasilan Dengan Jual Foto Online, Informasi sekitar Digital Stock Photography – Online Stock Photography

Tampilkan postingan dengan label Teknik Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Fotografi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Januari 2010

Focal Length – berapa meter jangkauan yang dicapai sebuah lensa?

Focal Length, berapa meter jangkauan yang dicapai sebuah lensa? Barangkali ini yang seringkali ditanyakan oleh para penghobi fotografi seperti saya. Pertanyaan yang lebih spesifik lagi misalnya adalah: “Dengan lensa 70-200mm, berapa meter maksimal jarak sebuah obyek ke foto?”, Pertanyaan seperti ini pasti sudah sangat umum sekali. Namun, yang perlu diluruskan di sini adalah, pada prinsipnya semua lensa tidak memiliki batas maksimal jarak yang bisa dicapai alias batasnya adalah tak terhingga (infinity). Pertanyaan yang sebenarnya lebih tepat adalah “Berapa meter jarak maksimal yang bisa dicapai lensa 70-200 sehingga obyek yang difoto dapat memenuhi frame?”. Istilah kerennya adalah seberapa besar obyek bisa masuk ke dalam field of view atau bidang pandang yang tampil pada view finder kamera.

Nah, kalau pertanyaannya seperti ini mungkin lebih mudah menjawabnya karena masing-masing lensa memiliki batasan masing-masing terkait dengan panjang fokus (focal length). Jadi, misalnya kita memotret obyek yang sama dengan dua lensa, katakanlah obyek pada jarak 10 meter dengan focal length lensa 17mm tentu hasilnya akan berbeda dengan pada saat kita menggunakan lensa dengan focal length 200mm.

Untuk mendapatkan gambaran yang tepat tentang ini, ada sebuah simulasi yang disediakan oleh website tamron, dimana pada simulasi tersebut kita bisa membayangkan kira-kira dengan jarak tertentu, berapa kemampuan sebuah lensa, atau jika kita menggunakan sebuah lensa, berapa jarak yang bisa dicapai untuk menghasilkan gambar penuh di dalam frame.

Kebetulan saya mempunyai contoh foto menggunakan lensa EF 70-200 f/4L. Pada foto berikut ini, 1 obyek saya ambil menggunakan 2 focal length yang berbeda yakni pada 70mm dan 200mm. Jarak antara saya dan obyek kira-kira s.d 10 meter. Saya kurang tahu pastinya, tapi yang jelas pada saat itu saya berada di seberang jalan 2 jalur yang bisa menampung 4 mobil sekaligus.

Belajar Ilmu Foto, Teknik Fotografi,

@70mm, f/5.6, 1/250sec, ISO-400

Belajar Ilmu Foto, Teknik Fotografi,

@200mm, f/5.6, 1/200sec, ISO-400.

Nah, dari kedua foto di atas dapat dibayangkan kira-kira berapa perbesaran yang bisa dicapai oleh sebuah lensa 70-200mm.

Secara keseluruhan, pilih DSLR Canon ato Nikon?

Barusan ada pembahasan di forum tentang pemilihan kamera digital antara Canon vs. Nikon dilihat dari sisi investasi secara keseluruhan. Seperti kita ketahui, pada saat kita memutuskan untuk membeli sebuah kamera DSLR, sudah barang tentu prosesnya tidak hanya akan berhenti pada pembelian kamera saja (body+lens kit). Pada awalnya mungkin dorongan untuk upgrade, nambah alat, aksesoris tidak begitu besar.. tetapi seiring dengan bertambahnya pengalaman, ilmu, pertemanan, dan baca-baca, kadang dorongan ini menjadi semakin kuat dan bahkan tidak bisa terbendung lagi. Sehingga, anggaran dana pembelian kamera yang pada mulanya hanya terbatas untuk body + lens kit akhirnya harus berubah total menjadi keseluruhan investasi yang bisa dibilang tidak murah.

Nah, kebetulan teman tadi mempunyai rencana untuk melakukan investasi secara total yaitu mulai pembelian body + kit, lensa tambahan, aksesoris, lighting, dan lain-lain. Saya sendiri kurang begitu tahu apa latar belakang pemilihan yang dia lakukan, tetapi dia hanya menekankan pada nilai ekonomis dari keseluruhan investasi yang akan diperoleh jika membeli kamera DSLR Canon atau Nikon.

OK, sekarang langsung saja kita bahas secara singkat. Di sini saya akan menguraikan tentang perkiraan anggaran yang harus dikeluarkan untuk investasi keseluruhan untuk bermain-main dengan kamera digital. Namun, kali ini uraian ini saya batasi pada 3 komponen utama yaitu body, lensa dan lighting. Pemilihan jenis kamera juga saya batasi antara entry level dengan semi pro, dan saya tidakakan mengutak-atik seri kamera full frame atau profesional.

Langsung saja, untuk entry level, di sini ada Canon EOS 450D dan Nikon D60. Dari sisi harga, 450D + lensa kit 18-55is + memory 4g dibanderol dengan harga Rp 8,295,000 dan D60 + lensa 18-55mm VR dibanderol dengan harga Rp 7,125,000. Selanjutnya, untuk semi, ada Canon EOS 50D dan Nikon D300. Dari sisi harga, 50D body only dibanderol dengan harga Rp 14.325.000 dan D300 dibanderol dengan harga Rp 18.949.900. Sekilas di situ terlihat jelas perbedaan harga-harga meski sebenarnya antara keempat lensa itu tidak bisa dibandingkan secara head to head karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya di sini tidak ingin berpihak pada sisi manapun, hanya memberikan gambaran kasar saja bagi yang ingin membeli kamera DSLR, dari kedua merk Canon dan Nikon, keempat kamera tersebut adalah yang bisa dijadikan pilihan.

Berikutnya, pertimbangan masalah lensa. Seperti diketahui, di dalam fotografi peranan lensa sangat penting karena melalui lensa inilah proses penangkapan gambar oleh sensor kamera bisa terjadi. Banyak yang mengajurkan untuk membeli body kamera entry level yang tidak terlalu mahal (misalnya antara memilhi EOS 450D vs. EOS 1000D) tapi dikompensasi dengan pembelian lensa yang premium. Nah, terkait dengan perhitungan total keseluruhan investasi, berikut ini adalah gambaran yang dapat saya ulas, meski sedikit semoga dapat membantu.

  • untuk lensa wajib 50mm f/1.8 untuk nikon harganya di kisaran Rp 1.2jt, untuk canon harganya di kisaran Rp 1jt
  • untuk lensa wide kelas menengah untuk Nikon ada 16-85mm seharga Rp 6,4jt, dan untuk Canon ada 17-85 mm seharga Rp 6,8jt.
  • untuk lensa wide kelas premium untuk Nikon ada 14-24mm f/2.8G ED (1.7x) AF-S seharga Rp 17,7jt, dan untuk Canon ada 16-35mm f/2.8L II USM seharga 17,3jt
  • untuk lensa makro Nikon AFS 105mm f/2.8 VR DX Micro G ED harganya 9,045,000 sedangkan EF 100mm f/2.8 Macro USM Harganya RP 6,4jt.
  • untuk lensa tele kelas premium nikon 70-200mm f/2.8G IF ED AF-S VR 18,jt, untuk canon ada 3 macem tapi berhubung di sini saya adalah pemakai Canon, saya jadi kurang tahu pasti mana yang patut disandingkan dengan lensa Nikon. Lensa tersebut adalah: 70-200mm f2.8 L USM seharga Rp 14,4jt; 70-200mm f2.8 L IS USM seharga Rp 21,2jt; 70-200mm f4 L USM 8,1jt; 70-200mm f4 L IS USM Seharga Rp 13,1jt.

Berikutnya ada lighting (flash). Lightingnya (flash external) untuk kedua kamera in berada di kelas medium, karena sifatnya portable.

Untuk Canon, ada :
Canon Speedlite 430 Ex II Flash Light 2.859.800
Canon Speedlite 580 EX II Flash Light 4.895.800
Untuk Nikon, ada:
Nikon SB 600 2.290.000
Nikon SB 800 3.450.000

Berikutnya, dari uraian di atas, kita ambil 1 sampel saja. Tarolah entry level yaitu 450D vs. D60. Kalo di itung-itung dari kebutuhan total kedua merk di atas, hasilnya adalah sebagai berikut.

Canon

Canon EOS 450D – kit 8,295,000
Lensa wajib 50mm 1,000,000
Lensa wide premium 17,300,000
Lensa Fix Macro 6,400,000
Lensa Tele premium 21,200,000
Flash 4,895,000
total 59,090,000

Nikon

Nikon D60 – kit 7,125,000
Lensa wajib 50mm 1,200,000
Lensa wide premium 17,700,000
Lensa Fix Macro 9,045,000
Lensa Tele premium 18,000,000
Flash 3,450,000
total 56,520,000

Selisihnya sekita 4-5jtan. Namun harus diingat, harga-harga di atas adalah pedoman kasar yang belum tentu sesuai dengan harga di lapangan.

Nah, sekarang tinggal kembali ke kejelian dan kebijakan pembaca sekalian dalam menentukan pilihan. Sekali lagi, tulisan ini bukan bermaksud memicu brandwar karena masing-masing merk (Canon vs. Nikon) punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik dari sisi teknologi, fitur, kenyaman penggunaan dan lain-lain. Uraian di sini hanya memperhitungkan pilihan dari sisi nilai ekonomis saja.

Selasa, 12 Januari 2010

Dapatkan Stok Foto Tekstur Gratis Di Texturevault

Dapatkan Stok Foto Tekstur Gratis Di Texturevault. Bagi seorang web designer atau graphic designer yang memerlukan stok tekstur sebagai background atau karya kreatif masing-masing, anda bisa dapatkan secara GRATIS di Texturevault.

Texturevault menyediakan foto tekstur berkualitas yang didukung oleh komunitas yang mengirimkan stok foto mereka. Anda sebagai member dapat mengirimkan serta menjual stok foto tekstur anda, serta anda dapat mendownload tekstur dengan gratis khusus untuk gambar dengan kualitas menengah, biasanya kualitas menengah digunakan untuk artikel atau blog. Bagi yang membutuhkan kualitas tinggi, anda cukup membayar $2 atau $4 untuk kualitas premium/High Quality Textures.

Daftarkan diri anda untuk mendapat akun gratis serta mendapat fitur "add to lightbox", rating tekstur, komentar, dan masih banyak lagi.

Bagi anda seorang fotografer, anda juga dapat mencari uang dengan cara meng-upload foto tekstur anda dan menjualnya serta mendapat 60% dari nilai penjualan foto anda.

Bagi pekerja affiliasi, silahkan mereferral website Texturevault dan anda akan mendapat 10% komisi untuk setiap referral yang masuk kualifikasi.

Website Texturevault dapat diakses di http://www.texturevault.net/





10 Tips for Shooting for Graphic Textures

Remnant Productions has ten tips for photographers to hone their texture skills:

1. Use side light: Side light will always bring out more significant texture than direct lighting.

2. Don’t get too fancy, but shoot with an angle. Remember that there is always a place for the seemingly unoriginal texture of dirt, but don’t be afraid to shoot that dirt from a variety of different angles and positions.

3. Remember that while the image is an essential piece of the work, it is not the only piece. Think about how well the image will blend with text, other images, and layout.

4. Shoot with the highest resolution possible. Graphic artists may take your image and magnify it to emphasize the texture in a piece. This is not possible if your image is low quality.

5. Shoot in unexpected places. Dumps and recycling facilities have a surprising amount of easy-to-spot textures. Metal, wood, plastics, rust – and all in a variety of conditions. These textures are invaluable to graphic artists.

6. Pay attention to color. Graphic artists pay special attention to color theory. As color communicates powerfully in design, be sure to do everything possible to unify the color schemes to your image, and make the color as vivid and vibrant as possible.

7. Look to the skies. A vivid blue sky or dark and stormy clouds always have a place in a graphic artists’ texture library. As these horizon images are often used as backgrounds, be sure to capture in a maximum resolution size.

8. Be a team player. If a graphic artist requests a shot, do whatever you can to understand exactly what he is looking for. Don’t complain if the shot you come back with doesn’t work. Always be willing to go back out and try again.

9. Specifically go for lack of detail. You don’t want a lot of variation in color or pattern. Keep it simple.

10. Shoot your textures in a series. Find a good patch of concrete? Get a series of that concrete in a variety of different places, angles, and position. Then you can offer it as a package.











Need high quality textures?
Visit texturevault.net for high quality royalty free texture images. Thousands of premium textures available at your fingertips.



10 Tips for Shooting for Graphic Textures


Remnant Productions has ten tips for photographers to hone their texture skills:

1. Use side light: Side light will always bring out more significant texture than direct lighting.

2. Don’t get too fancy, but shoot with an angle. Remember that there is always a place for the seemingly unoriginal texture of dirt, but don’t be afraid to shoot that dirt from a variety of different angles and positions.

3. Remember that while the image is an essential piece of the work, it is not the only piece. Think about how well the image will blend with text, other images, and layout.

4. Shoot with the highest resolution possible. Graphic artists may take your image and magnify it to emphasize the texture in a piece. This is not possible if your image is low quality.

5. Shoot in unexpected places. Dumps and recycling facilities have a surprising amount of easy-to-spot textures. Metal, wood, plastics, rust – and all in a variety of conditions. These textures are invaluable to graphic artists.

6. Pay attention to color. Graphic artists pay special attention to color theory. As color communicates powerfully in design, be sure to do everything possible to unify the color schemes to your image, and make the color as vivid and vibrant as possible.

7. Look to the skies. A vivid blue sky or dark and stormy clouds always have a place in a graphic artists’ texture library. As these horizon images are often used as backgrounds, be sure to capture in a maximum resolution size.

8. Be a team player. If a graphic artist requests a shot, do whatever you can to understand exactly what he is looking for. Don’t complain if the shot you come back with doesn’t work. Always be willing to go back out and try again.

9. Specifically go for lack of detail. You don’t want a lot of variation in color or pattern. Keep it simple.

10. Shoot your textures in a series. Find a good patch of concrete? Get a series of that concrete in a variety of different places, angles, and position. Then you can offer it as a package.

Read more: http://digital-photography-school.com/10-tips-for-shooting-for-graphic-textures#ixzz0cOvpPEPQ
Minggu, 10 Januari 2010

Fotografi Indonesia, Teknik Fotografi, Belajar fotografi, Photography

Fotografi Indonesia, Teknik Fotografi, Belajar fotografi, Photography, Cara membuat foto bagus

Contoh Foto Tidak Laku Dijual, BigStockPhoto Upload Status

Contoh Foto Tidak Laku Dijual, BigStockPhoto Upload Status.

Membuat foto bagus memang agak susah bila menggunakan kamera digital biasa (Canaon IXY Digital 700). Foto ini tidak diterima oleh BigStockPhoto.com
Jual Beli Foto, Teknik Fotografi, Lintang Ayu,

Alasannya : Reason: Artifact Problems: Noise/Grain/Chromatic or other artifacts due to low light, blue or purple fringing, high ISO, over-sharpening or post processing techniques. Please view image at 100% prior to submission

Memang harus banyak belajar untuk bisa menjual foto di internet.
Sabtu, 09 Januari 2010

Teknik Fotografi, High Dynamic Range, Astrophotography, Ghost effect

Teknik Fotografi, High Dynamic Range, Astrophotography, Ghost effect

Ghost effect

Saya coba kasi contoh effek "ghost" trail dengan menggunakan normal flash dan Rear Sync flash.

Data:

  • FL = 50mm
  • F-Number = F/3.2
  • Exposure Time = 1/3 sec.
  • ISO speed = 200
  • Handphone digerakkan dari kiri ke arah kanan.

Berikut hasil dengan normal flash: (terlihat objek yang ditangkap "ketinggalan")

Teknik Fotografi

Berikut hasil dengan Rear Sync: (Hasil yang benar, objek di depan, dan bayangan di belakang)

Teknik Fotografi

Dengan menggunakan Rear Sync maka effect Ghost Trail dihasilkan dengan benar.


Zoom Burst

Teknik ini adalah dengan memanfaatkan long shutter antara 1/20 sampai 1/60 dengan menempatkan focal range ke maksimal, kemudian setelah shutter dilakukan, zoom ring lensa dikurangi ke range kecil.

Teknik Fotografi


High Dynamic Range

High Dynamic Range atau sering disebut HDR merupak teknih fotografi untuk mendapatkan objek gelap dan terang sehingga menghasilkan kesan dynamic range. Secara umum untuk menghasilkan foto HDR adalah dengan mengambil suatu objek dengan tingkat exposure yang berbeda-beda, kemudian gambar tersebut digabungkan. Untuk menjaga agar pengambilan gambar yang konstan sebaiknya menggunakan tripod atau continous shoot.

Teknik Fotografi

High Dynamic Range

Astrophotography

Ini merupakan tipe photography yang mengkhususkan dalam mengambil objek-objek astronomi di langit seperti bulan, matahari, bintang, dan objek langit lainnya.

Teknik Fotografi

solar eclipse tanggal 26 januari 2009

Bokeh

Ini merupakan salah satu teknik fotografi untuk menghasilkan efek back atau front image yang blur.

Foto yang bokeh dapat dihasilkan dengan menggunakan 3 pendekatan ini:

1. Bukaan besar dari lensa (large arperture)

2. Penggunaan lensa macro

3. Penggunaan lensa tele photo

Teknik Fotografi

Bokeh dengan penggunaan lensa macro

Joko Catur Teknik Fotografi

Teknik Fotografi, metering, tips, white balance

Teknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.

Putih sebagai Standar Warna

Mungkin ada yang pernah memotret obyek, kemudian menyadari bahwa kamera merekam warna yang salah. Warna merah berubah menjadi jingga, atau hijau menjadi kuning. Ini mungkin disebabkan oleh kesalahan kamera dalam memilih warna putih.
Kamera sebenarnya tidak benar-benar mengenali warna. Yang ditampilkan oleh kamera adalah seberapa jauh perbedaan frekuensi cahaya pantulan dari suatu obyek terhadap suatu frekuensi cahaya lain yang menjadi standar pembanding. Pemahaman mengenai proses reproduksi warna ini sangat penting dalam fotografi yang meemerlukan tingkat akurasi warna tinggi, misalnya dalam foto produk, warna kain, grafis cahaya, dsb.
Berikut ini adalah foto dari obyek yang sama, dipotret dengan beberapa mode white Balance yang berbeda:
Teknik Fotografi

Auto White Balance

Teknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.
Warna putih dipilih sebagai standar pembanding karena warna ini bersifat netral. Pada kondisi cahaya berfrekuensi lengkap, warna putih akan memantulkan semua frekuensi cahaya, sehingga obyek berwarna putih adalah obyek yang memantulkan cahaya dengan intensitas paling tinggi. Namun karena sifatnya yang netral, putih akan merah jika diterangi oleh lampu berwarna merah, tampak biru di bawah cahaya lampu biru, dan seterusnya. Berdasarkan kondisi tersebut, Auto-WB pada kamera diatur untuk mengenali 'pantulan obyek dengan intensitas tertinggi' dan menggunakannya sebagai standar warna 'putih' untuk melakukan koreksi warna.
Akibatnya, pada kondisi-kondisi tertentu, kamera dapat mereproduksi warna yang keliru karena tidak ada benda berwarna putih pada obyek yang ditangkapnya. Dalam kondisi ini diperlukan kecermatan fotografer untuk membantu kamera melakukan koreksi warna.

Preset White Balance


Untuk melakukan koreksi warna, biasanya tersedia beberapa pilihan Preset WB pada kamera digital. Misalnya:
  • Fine, digunakan pada kondisi pemotretan outdoor siang hari dengan kondisi cahaya matahari terang
  • Shade,atau dalam beberapa tipe disebut Cloudy digunakan pada kondisi pemotretan outdoor dengan kondisi matahari terhalang atau tertutup awan
  • Fluorescent, digunakan untuk pemotretan dalam ruang dengan pencahayaan lampu neon
  • Incandescent, digunakan untuk pemotretan dalam ruang dengan pencahayaan lampu pijar/ tungsten

Pada dasarnya, urutan dari Fine sampai ke Incandescent didasarkan pada perbedaan suhu dari setiap warna cahaya. Penjelasannya akan disampaikan di bawah.

Kelvin White Balance


Kelvin WB, biasanya terdapat pada kamera DSLR profesional, didasarkan pada pemahaman fisika bahwa benda dengan suhu tertentu akan memancarkan cahaya dengan frekuensi tertentu pula. Cahaya matahari dipancarkan oleh benda dengan suhu 5500K. Lampu neon memiliki suhu 4000K, lampu pijar 3000K.
Kesalahan dalam pengaturan derajat Kelvin akan menghasilkan warna yang keliru. Patokannya:
  • Jika foto yang dihasilkan berwarna kebiruan, berarti setting temperatur terlalu rendah
  • Jika foto yang dihasilkan berwarna kekuningan, berarti setting temperatur terlalu tinggi


Custom White balance


Pemilihan pengaturan WB dengan Preset atau kelvin mungkin dianggap ribet saat fotografer tidak bisa memutuskan setting yang tepat. Beberapa kamera dilengkapi dengan pilihan Custom WB sebagai alternatif terakhir. Pada setting ini, kamera digunakan untuk memotret dan merekam warna yang dijadikan standar putih, dan selanjutnya warna ini akan digunakan untuk melakukan koreksi warna untuk obyek yang lain. Jadi fotografer cukup mengantongi selembar karton putih sebagai standar jika sewaktu-waktu diperlukan.
Uniknya, dengan cara ini, bisa digunakan warna lain selain putih sebagai standar, sehingga dapat dihasilkan 'false color' - kesalahan tonal warna yang disengaja untuk mendapatkan mood bagi sebuah foto. Misalnya untuk memperoleh kesan 'hangat' foto dibuat bernuansa kekuning-kuningan. Sebaliknya, untuk memperoleh kesan 'dingin' foto dibuat bernuansa kebiru-biruan.

Lalu seperti apa sebenarnya warna obyek yang saya potret di atas?
Dengan Custom WB pada sebuah karton putih, ini hasilnya:
Teknik Fotografi, foto bagusTeknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.
Joko Catur Teknik Fotografi

CARA MEMBUAT FOTO BAGUS

BAGAIMANA SIH CARA MEMBUAT FOTO BAGUS ?

Earn Money Selling Photos on the Internet. Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Pertama-tama sebelum memasuki pembicaraan tentang fotografi dan cara membuat foto yang bagus, maka kita harus menyepakati arti kata bagus itu dulu. Pengertian bagus sangatlah subyektif dan relatif. Karena bagus bagi seseorang belum tentu bagus bagi yang lain. Meskipun demikian, ada benang merah yang bisa kita terapkan untuk mendasari kita menilai sebuah foto.


Dasar penilaian obyektif dalam menilai sebuah foto adalah teknik-kreatif-komunikatif.


Persoalan teknik menjadi pondasi penciptaan karya foto.

Jika kita melihat sebuah foto tidak fokus, maka foto tersebut tidak bisa kita sebut bagus. Jika pencahayaannya kurang (under exposure), maka secara teknik juga jauh dari bagus. Masalah fokus, pengukuran exposure, pemilihan lensa, kesalahan pemilihan resolusi image, ISO tidak tepat, white balanced menyimpang, dan persoalan lain seputar pengoperasian kamera, adalah ketrampilan penguasaan teknik. Dalam hal ini seorang fotografer harus menguasainya dan menjadi basic atas ketrampilan berikutnya.

Masih di wilayah teknik, adalah penguasaan ketrampilan menata lighting. Fotografi tanpa lighting bukanlah fotografi. Cahaya dibutuhkan fotografer seperti kebutuhan pelukis atas cat atau tinta. Menurut akar katanya, fotografi adalah melukis dengan cahaya. Tidak ada cahaya, fotografer tidak bisa memotret.


Fotografi mau tidak mau adalah salah satu media bagi bahasa komunikasi visual yang masuk dalam khasanah seni rupa. Dengan kamera dan cahaya, seorang fotografer mengungkapkan ide, gagasan dan pesan kreatifnya. Ungkapan kreatif-artistik tersebut dapat terwujud dengan baik, jika penempatan obyek di dalam viewer tertata baik komposisinya. Penataan komposisi ini menjadi basic atas hasil sebuah foto terlihat indah atau tidak. Penataan komposisi yang tidak tepat menjadikan sebuah foto kehilangan gregetnya.


Adalah omong kosong belaka jika belajar fotografi hanya dengan menguasai teorinya saja dengan tidak pernah melakukan pemotretan. Kesempurnaan hanya dapat dicapai dengan banyak latihan. Latihan terbaik adalah memotret. Bawalah kamera kemanapun kita pergi. Potretlah apa pun yang menurut kita layak kita potret. Lakukan pemotretan dengan dasar-dasar teori yang pernah dipelajari. Lakukan pemotretan dengan jangan asal jepret. Sebelum memotret lakukan pengamatan terlebih dahulu.

Lihat, amati, pertimbangkan, arahkan kamera, pilih mode operasional kamera yang sesuai, tunggu saat yang tepat, baru jepret. Pemotretan yang asal jepret akan menghabiskan kapasitas memory card. Selain itu juga akan menjadikan kita sibuk setelahnya, karena akan banyak foto yang akan kita delete. Belum lagi dengan usia kamera yang makin menyusut, karena pemakaian yang berlebihan.

Setelah kita menguasai teknik operasional kamera, lighting, dan komposisi, maka kita tidak akan kesulitan untuk mencoba berkata-kata dengan bahasa fotografi. Masalah teknik adalah tata bahasa. Foto adalah media komunikasi visual. Untuk dapat menguasai bercerita dengan foto maka kita harus menguasai tekniknya dulu. Jika belum apa-apa kita pengin ngomong dengan fotografi padahal kita belum mengerti tekniknya, maka kita berlaku seperti anak kecil yang baru belajar ngomong dan mengeluarkan semua kata yang dikuasainya. Akibatnya, orang lain pun tidak mengerti maksud dari si anak tadi.


Oleh karena itu, belajar teknik adalah mutlak perlu. Belajarlah secara bertahap. Step by step. Jangan tergesa-gesa melangkah ke anak tangga berikutnya jika anak tangga terbawah belum dijejak. Bila memaksa diri maka kita akan menjadi frustrasi dan akan kehilangan kenikmatan melalui proses pembelajaran yang benar. Pelatihan fotografi membutuhkan proses. Belajar fotografi membutuhkan pemahaman teori dan pengendapan rasa. Meskipun tidak ada cara instan belajar fotografi, namun ada cara mudah mencapainya.

Cara termudah belajar fotografi adalah dengan dipandu fotografer senior yang menguasai cara mengajar dengan benar. Banyak fotografer hebat, namun belum tentu hebat ketika mengajarkan ilmunya.

Belajar fotografi bisa secara otodidak, namun akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tidak ada yang mengevaluasi atau membetulkan jika kita salah. Cara termudah adalah dengan bimbingan fotografer lain.

Hanya masalahnya apakah kita dapat mengganggu fotografer senior dengan pertanyaan-pertanyaan kita kapan pun kita mau? Tentu saja tidak! Oleh karena itu pilihlah pembimbing yang memang meluangkan waktunya untuk membimbing pemula. Pilihan terbaik hanyalah melalui kursus fotografi online. Kapan pun kita punya masalah, kita bisa melayangkan email dan meminta penjelasan. Simple dan flexible.

Menjadi seorang fotografer adalah masalah pilihan. Kita mau menjadi fotografer yang mampu membuat foto-foto cantik atau cukup puas dengan foto-foto asal jepret. Jika kita ingin membuat foto indah maka kita harus belajar dengan melalui tahapan tadi. Bila kita hanya ingin memotret dengan asal jepret, maka Anda membuang waktu dengan membaca artikel ini

Tempat Saya Biasa jual Foto, Anda juga bisa ikut jual foto dengan syarat fotonya Bagus,tak ada salahnya bila mencoba :
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com

Jumat, 08 Januari 2010

Model Release, Untuk apakah Model Release itu ????

Model Release
Ceritanya ada seorang temen yang bertanya tentang Model Release. sekalian aja, aku coba share disini, walaupun sebenernya udah banyak banget thread mengenai Model Release..
Aku punya pertanyaan seputar Model Release ini....

1. Bagaimana layout model release?
2. Apa yang diperlukan untuk membuat model release? hanya nama & nomor telpon serta ttd sajakah?
3. Foto yang bagaimana yang memerlukan model release? foto sang model berjumlah 1 org? jika lebih dari 1 apakah harus semuanya dimintakan model release? berapa jumlah maksimalnya yang tidak memerlukan model release?
4. Jika modelnya masih anak kecil, apa perlu dimintakan model release juga? jika bayi?
5. Jika yang difoto adalah orang yang sudah meninggal, perlukah model release lagi?
6. Jika mukanya tidak jelas, misal hanya 1/2 muka dan agak berbayang, perlu model release kah?
7. Jika seorang bapak2 yang sudah sangat tua yang mungkin sudah manula sekali dan tidak dapat diajak bicara/menulis, bagaimana memintanya sebagai info nama/no telp dan ttdnya?

Akhir kata saya bertanya sederhana pula..... Untuk apakah Model Release itu????

Mohon pencerahannya...salam hangat....maklum, saya hanya pemotret yang sangat pemula dan kurang mengerti mengenai hal ini.


ok.. kita mulai..

Pertama tama, apa sih model release itu..
Model Release itu adalah suatu surat izin penggunaan foto dari model atau orang yang foto dirinya tercantum di sebuah karya foto.

Lalu, untuk apa model release?

coba kita perhatikan cuplikan UU Hak Cipta ini :
Pasal 19
1.Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh tahun) setelah orang yang dipotret meninggal dunia
2. Jika suatu Potret memuat gambar 2(dua) orang atau lebih, untuk Perbanyakan atau Pengumuman setiap orang yang dipotret, apabila Pengumuman atau Perbanyakan itu memuat juga orang lain dalam potret itu, Pemegang Hak Cipta harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari setiap orang dalam Potret itu, atau izin ahli waris masing-masing dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah yang dipotret meninggal dunia.

Pasal 20
Pemegang Hak Cipta atas potret tidak boleh mengumumkan potret yang dibuat:
a.Tanpa persetujuan orang yang dipotret;
b.Tanpa persetujuan orang lain atas nama yang dipotret; atau
c Tidak untuk kepentingan orang yang dipotret,
apabila Pengumuman itu bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret, atau dari salah seorang ahli warisnya apabila orang yang dipotret sudah meninggal dunia

nah.. dalam undang2 itu... kita harus mempunyai ijin untuk publikasi karya kita apabila memuat objek berupa orang. Kalau kita melanggar, kita bisa terkena tuntutan.. (untuk lebih lengkapnya coba cari UU Hak Cipta)

Model Release adalah sebuah surat izin penggunaan foto dari model atau orang yang foto dirinya tercantum di sebuah karya foto untuk mengatasi klausul dalam UU Hak Cipta tersebut...


Bentuk Model Release seperti apa..
Intinya, Model Release itu adalah sebuah surat pernyataan, jadi bentuknya bisa beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan. Kita bisa membuat model Release dalam berbagai bentuk... Tapi sebisa mungkin buatlah yang praktis agar tidak menyulitkan kita dalam meminta objek foto menandatangani Model Release tersebut..


Apakah Model Release itu hanya untuk Foto Model ?
Tidak! bukan cuma foto model yang perlu model release. Buat Teman Teman yang suka sama human interest sebaiknya menggunakan Model Release agar foto karyanya bisa di publikasi tanpa mengalami masalah hukum..


Apakah model Release hanya berguna jika fotonya mau di publikasi?
Kalau misalnya fotonya cuma ditaruh hardisk, sepertinya model release tidak diperlukan, Tapi jika untuk pameran, lomba, ataupun komersial, model release sangat diperlukan. Ingat kasus jaman dulu? Sebuah Perusahaan Komunikasi, dimana Perusahaan itu menggunakan foto karyawannya untuk iklan dan kartu telponnya. Perusahaan itu akhirnya harus membayar tuntutan dari model bekas karyawannya yang fotonya digunakan untuk iklan tersebut. Masih banyak juga kasus yang terjadi akibat tidak digunakannya Model Release tersebut.


Apakah fotografer harus membayar agar model/objek menandatangani Model Release?
Jawabnya Tergantung. tergantung dari negosiasi kita. Jika untuk model yang dibayar, kita tentunya harus membicarakan dari awal untuk apa foto yang kita buat dan penggunaannya kelak. Modelpun wajib menandatangani model release karena kita sudah memberikan mereka kompensasi.

Sedangkan untuk foto2 yang kita ambil secara iseng (misalnya street hunting) gak ada salahnya kita basa basi dengan sang objek... Negosiasi dengan komunikasi yang baik bisa membuat objek foto bersedia menandatangani model release.


Kalau misalnya kita ikuta acara hunting apakah kita masih perlu Model Release?
Umumnya kalau untuk acara hunting komersial seperti yang sering diadakan teman teman di FN, foto foto masih bisa digunakan untuk portofolio, tapi kalau misalnya kita bisa meminta model menandatangani form Model Release, maka kemungkinan kita menggunakan foto itu untuk keperluan komersial atau lainnya akan terbuka. Tapi ingat, kalau untuk kepentingan komersial bukan saja Model Release dari model, melainkan juga izin dari lokasi, dan sebagainya diperlukan untuk menghindari hal hal yang tidak enak dikemudian hari..
Joko Catur Teknik Fotografi
Kamis, 07 Januari 2010

Pengertian Megapixels, 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels

Pengertian Megapixels, sebuah kamera dengan 3 megapixels berarti mempunyai ukuran pixel 2048 (P) x 1536 (L) sedangkan untuk 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels.

Kamera digital semakin murah dan terjangkau sehingga dan hampir setiap orang memilikinya saat ini, tapi tahukah anda bahwa ada suatu mitos mengenai megapixels (megapixels myths)?

Kamera digital terbaru saling berlomba untuk memberikan kapasitas atau resolusi atau megapixels yang besar. Apakah megapixels yang besar berarti kualitasnya semakin baik?
Apakah anda juga tahu semakin besar megapixels semakin mahal harganya tetapi apakah anda membutuhkannya?

Sebuah kamera dengan 3 megapixels berarti mempunyai ukuran pixel 2048 (P) x 1536 (L) sedangkan untuk 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels. Apakah ukuran 5 megapixels akan selalu lebih baik dibandingkan dengan 3 megapixels? Jawabannya TIDAK!

Kesimpulannya selama anda tidak akan mencetak atau membuat gambar di web dengan ukuran besar maka berapapun megapixels yang ada di kamera tidak akan berpengaruh pada kualitas. Biasanya megapixels yang besar memiliki beberapa kekurangan:
- ukuran file lebih besar dan waktu transfer file lebih lama
- membutuhkan memory (tempat penyimpan file) yang lebih besar
- membutuhkan PC yang mumpuni untuk mengedit foto

Jika anda membutuhkan foto untuk dicetak dalam ukuran yang besar, maka pilihlah kamera dengan megapixels yang besar. Sebagai contoh anda akan mencetak foto yang diambil dengan kamera 8 megapixels dan 3 megapixels. Jika anda mencetak di atas kertas berukuran 10 x 15 cm anda tidak dapat membedakan kualitas megapixels tersebut. Tetapi jika dicetak di kertas 30 x 40 cm perbedaan kualitas megapixels tersebut akan kelihatan.

Sebenarnya bisa saja hasil foto kamera 3 megapixels dicetak di atas kertas 30 x 40 cm tetapi hasilnya tidak tajam (pecah) dan kurang bagus kualitasnya. Jika hanya untuk dicetak dalam ukuran 4R atau hanya akan di share di web maka saran saya tidak perlu menghamburkan banyak uang untuk membeli kamera yang 10 megapixels.

Satu lagi kelebihan kamera digital dengan megapixels yang besar adalah memungkinkan anda untuk men-crop foto.

Semoga artikel ini menjadi salah satu acuan/pedoman bagi anda yang ingin membeli kamera digital.

Jual Beli Foto dan Desain Online di Dreamstime.com

Jual Beli Foto
Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama. Inilah saatnya para fotografer dan desainer untuk mendulang dollar secara online di dreamstime.com Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya kita kenalan dulu sama Microstock foto ini .

Dreamstime.com adalah perusahaan yang menyediakan high quality digital images dengan harga yang bisa dibilang murah tapi nggak murahan! tentunya. Disini merupakan tempat yang cocok bagi para fotografer dan desainer baik pemula maupun profesional untuk menjual hasil karyanya secara online.
Disini juga merupakan tempat yang tepat bagi para pencari stock foto atau desain untuk membeli gambar yang akan digunakan untuk keperluan percetakan, majalah, mendesain web, dll.

Memang banyak situs lain yang menawarkan hal serupa, namun berdasarkan pengalaman penulis yang sekaligus sebagai kontributor, situs dreamstime.com merupakan situs yang paling gampang tuk dipelajari dan dijalani, nggak perlu banyak persyaratan, begitu daftar langsung bisa upload. Oh ya hampir lupa, daftarnya gratis lo...dijamin 100% tanpa bayaran sedikit pun.

Klo yang mau info lebih jelas tentang dreamstime.com lihat aja disini ato yang udah nggak sabar mo langsung daftar klik aja disini


Kalau ingin Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama kita hrus mengetajui bagaimana Cara Membuat Foto Bagus.
Rabu, 06 Januari 2010

Tutorial: Cara Membuat Foto Bagus

Tutorial: Cara Membuat Foto Bagus, mari kita berbagi pengetahuan atau pengalaman tentang bagaimana cara membuat foto bagus. Hal yang mungkin bagi anda sepele bisa jadi berharga bagi orang lain. Atau anda punya bacaan yang menarik bisa juga diceritakan kembali disini.

1. Teruslah Memotret
  • Motret sebanyaknya saja. Dengan kamera digital nggak ada ruginya sama sekali, tinggal seleksi hasilnya, yang jeleknya dihapus, yang bagusnya dipindahin ke harddisk.
  • Ambil dari berbagai sisi, angle, jarak, mungkin dengan diafragma dan lensa yang berbeda. Lama-kelamaan anda akan tahu mana angle terbaik anda, dan angle mana yang terbaik untuk suatu object tertentu. Feel-nya akan terasah.
  • Pekalah terhadap moment yang nggak mungkin terjadi lagi.
  • Untuk object yang kemungkinan bergerak, bergerak-gerik atau bergerak-gerak bisa menggunakan continuous mode.
2. Sudut pandang yang Nggak Biasa
  • Orang sudah biasa lihat bunga. Foto bunga akan terasa biasa kalau difoto secara biasa saja. Maka untuk membuat foto bunga yang lebih menarik, cari sudut yang berbeda, pencahayaan, kedalaman, dan komposisi yang unik juga.
  • Menemukan posisi memotret yang unik yang menghasilkan gambar yang tidak biasa juga pengalaman yang mengesankan, apalagi posisi tersebut sulit diulang orang lain. Seperti memotret pesawat yang sedang tinggal landas dan posisi anda di ujung landas pacu.
  • Fotografer NG kadang harus menunggu 3 bulan di margasatwa Africa untuk mendapatkan hasil terbaik.
3. Siap Siaga
  • Moment bisa saja terjadi tiba-tiba, bisa juga bisa diprediksi. Maka diperlukan kesiapan mental dan alat anda untuk bisa memotretnya. Apakah fokusnya sudah disiapkan dulu, ataukah moncong kamera sudah diarahkan ke arah posisi di mana kemungkinan moment bisa terjadi, seperti memotret senja, pastinya moncong diarahkan ke tempat matahari tenggelam.
  • Perhitungkan juga waktu delay kamera. Kamera poket biasanya waktu delaynya lama, sehingga sering kehilangan moment. Untuk candid acara perkawinan, pake SLR atau DSLR, jangan pake pocket.
Pada foto di atas, saya sudah menyiapkan fokus dan arah kamera ke depannya bunga, begitu kumbang mendekat bunga langsung tembak! Meski tidak sesedarhana itu, karena harus menunggu kumbang yang belum tentu datang ke bunga itu. Jadi butuh kesabaran juga.
  • Motret juga harus memperhitungkan waktu atau musim. Motret kupu-kupu, pagi banget ketika kupu-kupu masih ngatuk, atau agak siangan ketika mereka istirahat.
  • Motret senja sebaiknya musim kemarau, dan sangat bagus kalau pada saat siangnya sangat panas. Jadi kalo pas kemarau ketemu siang yang sangat panas, bersiaplah untuk memetik senja nan indah!
4. Peralatan Sesuai dengan Kebutuhan
  • Apakah kita akan membawa semua peralatan yang kita punya untuk sebuah hunting/pemotretan? Tentu kita akan kelelahan sebelum pemotretan dimulai, kecuali kita punya caddy. Atau kecuali alat kita, ya cuma satu set itu.
  • Untuk landscape, tripod adalah peralatan wajib. Sedangkan dalam candid di acara perkawinan, justru sebaliknya.
  • .....
  • .....
  • .....[PR], ada yg mo bantu?
5. Fokus pada Suatu Subject
  • Kadang moment unik suatu subject terjadi manakala kita sedang fokus ke subject tersebut. Sebab ketika kita sedang fokus ke sebuah subject, semua moment, aspek dan detail subject akan nampak kepada kita.
  • Karenanya penting untuk memfokuskan diri pada sebuah subject ketika kita berburu, dengan demikian kita akan menemukan banyak hal tentang subject tersebut, sebab indera dan jiwa kita menjadi lebih peka.

6. Tiga Kunci Rahasia Foto Bagus
Foto bagus adalah foto yang menyampaikan pesan secara jelas dan menarik. Untuk menciptakannya, miliki 3 kunci rahasia berikut:
  • Bagusnya SUBJECT
  • Bagusnya KOMPOSISI
  • Bagusnya PENCAHAYAAN
jika anda menggunakannya, dijamin foto anda bagus

7. Momen Fotografi
Salah satu pengertian momen adalah a time of excellence

Pada fotografi di mana subject, komposisi atau pencahayaan berubah secara waktu, maka sebuah momen fotografi bisa terjadi.

Momen fotografi adalah saat di mana subject, komposisi dan pencahayaan pada keadaan terbaiknya dan dalam keseimbangan yang sempurna. Decisive Moment.

8. Memilih Subject
Subject foto adalah subject pesan yang ingin disampaikan fotografer.

Seperti dalam sebuah surat, subject atau perihal,
adalah pesan itu sendiri. Kadang-kadang subject ditulis secara verbal, misalnya: pernyataan cinta,
kadang secara abstrak, misalnya dengan sampul pink bergambar love,
kadang secara posisi perangko.

Memilih subject bisa menjadi 3 kejadian:

- subject sudah ditentukan oleh pemberi order atau panitia lomba
- subject ditentukan fotografer sebelum berangkat hunting
- subject ditentukan mendadak ketika ketemu object yg akan difoto

Kadang-kadang kita memotret object yang bagus,
tetapi hasilnya tidak memuaskan, salah satu penyebabnya adalah
kita tidak menetapkan subject ketika memotretnya.

Asal jepret, tidak mempertimbangkan subject,
berarti menyepelekan peranan otak dan hati.
Hasilnya pun akan disepelekan oleh otak dan hati.

Setelah subject dipilih dipilih, barulah pekerjaan komposisi ....

Komposisi yang bagus meliputi aspek2 :
  • kesederhanaan
  • keserasian
  • keseimbangan
  • kesatuan
  • keleluasaan
  • pergerakan
  • kenyamanan
  • keunikan

KESEDERHANAAN
  • kalau masih ada bagian dalam foto yang tidak perlu atau tidak mendukung subject maka bisa disederhanakan
  • perhatikan background, sederhana tidaknya foto kerap kali ditentukan background-nya
  • hanya ada satu object dominan, atau satu warna dominan, atau satu bentuk dominan, atau satu hal lainnya, adalah sebuah penyederhanaan
  • menentukan sebuah POI (point of interest) adalah pendekatan kita untuk mencapai keserhanaan
  • Keep It Sweet & Simple

KESERASIAN
  • serasi dalam bentuk, serasi dalam warna, serasi dalam ukuran, serasi dalam posisi
  • acuannya adalah POI, jika elemen lain memperkuat POI, bisa dibilang serasi

KESEIMBANGAN
  • Posisikan POI secara tepat untuk mencapai keseimbangan gambar
  • Gunakan aturan sepertiga "The Rule of Third" ...

    aturan sepertiga ... posisikan POI pada salah satu persilangan tersebut
  • Jumlah objek atau sub objek usahakan ganjil



KESATUAN
  • hanya ada satu pesan kuat yang muncul dari foto, karena semua elemen foto bersatu dalam pernyataan subject
  • ...

KENYAMANAN
  • jangan letakkan POI tepat di tengah-tengah, istilahnya dead center.
  • jangan ada garis horisontal melintang di tengah foto, usahakan garis membentuk diagonal atau kurva
  • horison harus horisontal, jangan miring, kalo mau moto miring, jangan sertakan horison
  • letakkan POI di atas atau di bawah garis horison, jangan memotong

KELELUASAAN
  • berikan ruang di sekitar POI untuk relaksasi mata sesudah melakukan pengamatan terhadap sebuah objek tersebut
  • jadi usahakan objek di sekitar POI sangat sederhana atau polos
  • jangan menaruh POI atau objek lain yang bisa memancing perhatian terlalu di pinggir, berikan ruang untuk memulai atau mengakhiri pandangan
  • kalau ada objek-objek yang berdekatan, berilah jarak di antaranya, atau buatlah overlap ...

PERGERAKAN
  • gerakkan pandangan mata penikmat foto melalui penyajian garis dan perspektif, atau melalui gradasi warna atau cahaya
  • pada titik berat foto, berikan kedalaman atau tuntun keluar dari titik tersebut

Memahami teori itu seperti ketika kita memahami peraturan lalu lintas untuk dapat SIM, banyak amit lambang-lambang lalu linta (
kalau sudah praktek nyetir, lama-lama peraturan lalu lintas hapal dengan sendirinya,
bahkan kalau sudah pinter nyetir, paling pinter melanggarnya

begitu juga di fotografi

KEUNIKAN
  • Tidak ada foto yang sama. Maka jangan takut memotret object yang sama. Karena mungkin saja kita menciptakan foto yang lebih bagus.
  • Setiap pergeseran posisi kita dalam memotret meski hanya satu inchi bisa menghasilkan perbedaan significant.
  • Banyak faktor yang membuat foto berbeda: sudut pengambilan (angle), angle view (wide angle atau sebaliknya), zoom atau mendekati object, vertikal atau horisontal atau diagonal, arah cahaya, waktu, kesehatan kita, dsb.
8. Memilih Kamera

Mau menggunakan Kamera Digital biasa atau DSLR ?
SLR = Single Lens Reflex (Refleksi Lensa Tunggal)
DSLR = Digital Single Lens Reflex

Mengintip dan merekam gambar melalui lensa yang sama.

Berbeda dengan kamera non-SLR, mengintip dan merekam dari lensa yang berbeda. Biasanya kamera pocket lubang intip (viewfinder) berada disamping.

Kelebihan SLR
  • Gambar yang direkam sama sebagaimana ketika diintip
  • Bisa berganti-ganti lensa sesuai kebutuhan dan kemampuan
  • Bisa mengatur diafragma, speed, white balance, exposure, dsb secara manual
  • Bisa dipasangi atau dihubungkan dengan lampu blitz
  • Lebih keren gitu

Kelebihan Kamera Digital
  • Workflow fotografi (persiapan, pengambilan, pemrosesan dan publikasi) menjadi lebih cepat, mudah dan murah
  • Hasil bisa langsung dilihat

Lintang Ayu Teknik Fotografi
Senin, 04 Januari 2010

Mengungkap Rahasia Foto Bagus

Mengungkap Rahasia Foto Bagus. Kita punya teman bernama fotografi, teman sempurna dalam berpergian, dinas ke daerah, ziarah, piknik, mudik atau mendaki bukit. Fotografi bikin kita percaya diri jelajahi tempat yang kita kunjungi, orang-orang yang kita jumpai; fotografi bikin perjalanan jadi lebih berarti, dan bersamanya kita nikmati asyiknya mencintai seni. Fotografi membuat kita lebih bersyukur atas anugerah penglihatan dan kesempatan melihat tanda-tanda keagungan Ilahi. Nikmat yang tak dapat diukur dan ditakar.

Fotografi menjadi alasan kuat untuk aktivitas kita, pergi mengunjungi berbagai tempat yang sebelumnya tak punya niat, pulang telat, membeli alat, dst. Hasrat membara untuk dapatkan bidikan yang mantap mendorong kita bersusah payah mengeksplore sebuah tempat hingga semak belukar, memutar-mutari apa yang akan kita ambil gambarnya, mencari-cari sudut pengambilan untuk menemukan keunikan dan keindahan yang tak terlupakan, kadang pencarian ini juga beresiko fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan nalar.

Menemukan viewpoint terbaik adalah perisitiwa besar, jantung anda berdebar, lama mata anda menatapnya dengan berbinar, anda mungkin berpikir, apakah ini waktu yang tepat untuk mengambil gambar, anda mungkin akan mendirikan tenda dan menunggu moment terbaik dari waktu ke waktu, dari fajar hingga asar, dari Maret hingga Desember. Anda menjadi seorang yang ulet dan sabar.

Ketika anda menekan shutter release, anda mengikat sebuah jalinan pribadi yang manis dengan tempat dan orang-orangnya. Anda di sana . Fotografi melindungi kenangan perjumpaan anda dengan apa yang ada di dalamnya. Lalu kita perlihatkan kepada yang lain tentang tempat dan suasana yang menarik di mana kita pernah di sana , pemandangan yang menakjubkan, orang-orang yang mengagumkan. Jiwa anda pun tergambar.

Gambar-gambar suka mempengaruhi pikiran kita, suka menggoda kita, memaksa kita untuk bermain di dalamnya atau berimajinasi dengannya. Foto-foto yang kita buat dapat mendorong orang lain untuk ingin mengalami sendiri keindahan atau keasyikan yang disajikan foto tersebut. Tentu saja, foto pemandangan yang indah dan model yang seksi akan membangkitkan keinginan dan imajinasi yang berbeda. Keinginan yang timbul tanpa sadar.

Siapa saja bisa menjadi fotografer. Artinya siapa saja bisa memotret. Dengan tambahan pikiran kreatif dan usaha yang tak kenal surut, anda dapat menciptakan gambar hebat yang menunjukkan kreasi dan interpretasi anda terhadap apa yang anda lihat dan jepret. Memang kecepatan dan percepatan pencapaian tiap orang akan berbeda, satu bisa terkejar yang lain, tetapi tak apa itu wajar. Tak usah gusar.

Untungnya, bagus tak perlu mahal, foto bagus bisa dibuat dengan peralatan minimalis dan sedikit pengetahuan data teknis. Rahasianya adalah melihat secara artistik dan kritis. The art of seeing. Bisikanlah pertanyaan ini di dalam hati: Apa yang saya lihat, dan bagaimana saya melihatnya? Sebuah foto bagus punya kualitas yang menunjukkan keahlian, rasa seni, ketertarikan, dan kepribadian dari fotografernya. Maka kita bisa tahu foto bagus siapa. Tapi tak bisa tahu foto jelek siapa, tanya kenapa?

Apa yang Membuat Foto Bagus?
Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (“Inilah Danau Toba”), kesan (“Suasana Senja di Danau Toba”), atau ungkapan emosi (“Jatuh Cinta di Danau Toba”). Pesan yang bagusadalah pesan yang jelas, tegas dan efektif. Tapi bagaimana?

Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja berupa seorang yang anda kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek adalah pusat POI dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah kombinasi dua elemen – subjek dan context, foreground dan background – yang menceriterakan pesan tersebut.

Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan, kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar POI – biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk mendapatkan viewpoint yang lebih baik – dan membuat bidikan yang jelas dan bersih. Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan – menambahkan apa yang dia lukis – sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan – mengurangi bagian-bagian yang tidak perlu.

Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:
“Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain.”

Apa yang Membuat Foto Luar Biasa?

Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: “Wow!”

Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan emosi. Bob Krist menyebutnya “The Spirit of Place.” Anda juga dapat menggunakan trik-trik gamblang untuk membuat terpesona pengunjung galeri foto anda. Mari kita lihat bagaimana caranya.

Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks. Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut? Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya, seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.

Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang, hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku, garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan halus bentuk tiga dimensinya. Anda, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue. Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?

Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan. Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan? Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan satu sama lain dari semuanya itu?

Sebagai seniman, anda dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the art anda. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang anda butuhkan, dan apa yang terbaik untuk menegaskan pesan anda.

Resep untuk foto luar biasa adalah:
“Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan”.

Apa yang Membuat Foto Eye-Catching?

Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4 kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.

Kesederhanaan : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya pada semangat komposisi secara keseluruhan.

Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:

  • kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik
  • memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom
  • anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop

Warna : Untuk menciptakan dampak pada foto anda adalah dengan mencari corak warna yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci – cobalah untuk mengurangi jumlah dan tipe warna dalam bidikan anda untuk lebih memberikan dampak. Secara umum, sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.
Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama anda. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu terbaik sesuai dengan maksud foto anda:

jam 5 : Fajar : warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan pemandangan.

jam 6 : Sunrise : Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.

jam 10 – 14 : Tengah hari : tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.

jam 14 – 16 : Sore hari : Langit biru dengan polarizer.

jam 16 – 18 : Senja hari : Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.

jam 18 – 18.30 : Sunset : Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.

jam 18.30 – 19.30 : Magrib : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit masih nampak keunguan.

Cahaya : Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai foto seindah di “National Geographic”, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan – muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut “magic hours” di kalangan fotografer. Coba lihat lagi rincian dari waktu-waktu terbaik di atas.

Kedalaman : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan DOF, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.

Bila sudah bisa menghasilkan foto yang bagus, kita bisa memperoleh penghasilan dengan menjual foto foto secara Online ke Microstock Yang Sudah Ternama

Tulisan ini merupakan saduran dari artikel di photosecrets.com, aku menyukainya dan lebih suka membacanya dalam bahasa sendiri, dengan gaya sendiri. Awalnya aku publikasikan di thread forum, namun untuk kemaslahatan bersama aku pindahkan ke halaman artikel. Mudah-mudahan bermanfaat, khususnya bagiku dan pemula lainnya, dan bagi para senior yang fotonya tentu bagus-bagus, aku minta maaf, karena sebagian rahasia anda menjadi tidak rahasia lagi. Tetapi tentu saja, tanpa latihan dan usaha yang gigih, artikel ini hanya akan menjadi kisah nyata yang biasa kita baca di surat kabar.

Lintang Ayu Teknik Fotografi

Belajar Fotografi, Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana

Belajar Fotografi, Mengenal Shutter Speed atau Kecepatan Rana.
Shutter adalah semacam layer yang menutup sensor . Pada waktu kita men-jepret , Shutter ini akan terbuka selama bbrp waktu sehingga sensor bisa merekam cahaya yang masuk melalui lensa . Durasi pembukaan shutter inilah yang dikenal sebagai Shutter Speed . Logikanya , semakin lama shutter dibuka akan semakin banyak cahaya yang masuk . Dan sebaliknya semakin cepat shutter dibuka maka makin sedikit cahaya yang terekam .

Satuannya detik . Satuannya lebih mudah dipahami ketimbang satuan Aperture . Untuk mengurangi banyaknya cahaya yang masuk menjadi setengah sebelumnya (-1 stop ), waktu Shutter Speed tinggal di bagi 2 . Dan sebaliknya , untuk menambah cahaya menjadi 2x sebelumnya ( +1 stop ) tinggal di kalikan 2 . Pada kamera Nikon D50 , nilai Shutter Speed yang dapat digunakan pada kamera adalah 60 , 32 , 16 , 8 , 4 , 2 , 1s , 1/2 , 1/4 , 1/8 , 1/16 , 1/32 , 1/64 , 1/125 , 1/250 , 1/500 , 1/1000 , 1/2000 , 1/4000 . 1/4000 . Range nilai Shutter Speed pada kamera tipe/merk lain kurang lebih sama . Pada beberapa kamera pro , kecepatannya bisa sampai 1/8000s . Cukup cepat untuk memotret peluru yang melesat !!

Slow Shutter Speed

Teknis dengan menggunakan shutter speed yang rendah ( nilai besar ) . Biasa digunakan pada kondisi kurang cahaya , shutter dibuka lebiiih lama agar kamera dapat mengumpulkan cukup cahaya untuk menghasilkan gambar yg kita inginkan . Jika kita memotret suatu scene dengan beberapa obyek yang bergerak , akan menghasilkan sebuah efek baru yang keren .

Misal memotret lalu lintas di malam hari menimbulkan efek “jalur cahaya” / lightrail . Lampu dari mobil2 yang berseliweran direkam dalam sensor .

Belajar Fotografi, teknik Fotografi

Slow speed juga bisa menimbulkan kesan dinamis pada foto kita . Seperti pada foto air dibawah . Foto ini aga tricky karena diambil pada siang hari dimana masih banyak cahaya . Triknya adalah kita mengurangi cahaya yang masuk ke sensor dengan memasangkan sebuah atau beberapa (stack) filter ND ( Neutral Density ) . Filter ini akan mengurangi cahaya bberapa kali dari semula ( tergantung level filter ND ) sehingga kondisi banyak cahaya pun akan tampak seperti malam .

Belajar Fotografi, teknik Fotografi

Atau yang lebih extreem dengan menggunakan mode BULB dimana shutter akan tetap dibuka selama kita menekan tombol shutter . Biasanya cuman ada di kamera DSLR ( beli beli hehehe ) . Di malam yang gelap sekalipun , kita tetap bisa menangkap momen yang ada ,seperti merekam lintasan bintang-bintang di langit. Foto dibawah ini diambil dengan shutter speed = 16 menit .
Belajar Fotografi, teknik Fotografi

Slow Shutter Speed dan Tripod

Tripod adalah suatu yg mutlak dibutuhkan jika kita ingin berexperimen dengan foto-foto slow speed . Alasannya karena kamera harus ditopang oleh obyek lain selama shutter terbuka . Jika tidak , maka foto yang dihasilkan akan blur karena kamera goyang geser kesana kemari . Manusia normal ga akan kuat berdiri diam memegangi kamera selama bbrp sec tanpa goyang . Kecuali ente manusia robot yang bisa meng-hibernate diri sendiri :p . Well , tidak harus tripod sih .. obyek lain seperti karung pasir juga bisa . Yang penting cukup solid untuk menahan kamera selama shutter terbuka . Okeh ?


High Shutter Speed

Ini teknik menghasilkan foto dengan kecepatan shutter yang tinggi (nilai rendah) . Kalau yang ini tidak perlu tripod . Cukup dipegang manual oleh kita dan foto yang dihasilkan dijamin tokcer . Teknik ini berguna untuk menangkap sebuah momen yang terjadi . Memberhentikannya tepat di posisi yang kita inginkan . Biasanya digunakan untuk sport , satwa .

Atau dengan menambahkan sensor suara kita bisa menangkap momen ketika balon meletus .

Normal Speed

hehehe ini mah karangan saya sendiri . Maksudnya speed shutter yang biasa digunakan sehari-hari . Di fotografi ada sebuah aturan yang menyatakan bahwa shutter speed ideal untuk menghasilkan gambar yang tajam (tidak blur) adalah minimal sama dengan panjang Fokal dari lensa yang kita gunakan . Misal , kita hendak memotret sebuah obyek dengan panjang Fokal 200mm maka shutter speed yang idealnya adalah 1/200sec . Untuk DSLR dengan crop factor 1,5x (Nikon) maka panjang fokalnya harus dikalikan 1,5 dulu..berarti minimal shutter speed adalah 1/300sec !! Setting shutter speed 1/300sec mudah didapatkan pada siang hari . Malam hari ? jangan harap .. Jadi pinter-pinter lah mencari sikon dan paham setting kamera agar kita mendapatkan shutter speed yang ideal . Itu aja sih intinya .. biar foto yg dihasilkan tidak blur ..

Eh foto blur tidak selalu jelek lho .. tajam juga tidak selalu bagus . Tergantung anda bos !! sang fotografernya . Jika kebetulan ada ingin meng-invoke sebuah “ketidakjelasan” lewat sebuah foto yg blur .. ya monggo !! asal penikmat foto juga mengerti maksud anda .. ya beres !! Itulah asyiknya fotografi.. UNLIMITED !!! . Tapi untuk kondisi normal kan biasanya orang prefer foto yang tajam dan tidak blur tho ? ya tho ?

Kaitan dengan Exposure

Seperti yang sudah saya ulas sebelumnya di Belajar Mengenar Aperture , exposure adalah kemampuan kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk . Cahaya ini makanannya kamera .. Terlalu banyak foto yang dihasilkan akan terang benderang , terlalu dikit akan kegelapan . Pada umumnya , kita prefer yang tengah-tengah saja . Shutter Speed adalah salah satu dari 3 elemen penentu exposure . Lainnya adalah Aperture ( baca artikel sebelumnya ) dan ISO / ASA . Aperture dan ISO-pun juga bisa di atur dalam kamera , menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke kamera .

Misal kita ingin menangkap momen sebuah artis rocker yang sedang manggung pada malam hari. Namanya rocker suka jingkrak-jingkrak , nah kita ingin menangkap ketika dia lagi jingkrak :) . Karena malam hari , kamera kekurangan cahaya untuk merekam momen itu . Hemat saya , minimal speed 1/500sec lah .. Untuk mencapai speed sekian kita bisa merubah settingan 2 elemen lain yaitu Aperture dan ISO . Aperture , kita setting nilainya sekecil mungkin (bukaan besar) dan ISO sebesar mungkin . Berdoaaa dan bersyukur agar dapat speed yang kita inginkan . Jika tidak , cari sudut lain yg mungkin memberikan banyak cahaya lebih.. atau ganti kamera / lensa . Kameran / Lensa-lensa profesional dengan Aperture besar biasanya akan menguras kocek anda daleeeeeeem :) .

Akhir Kata

Explore saja kemampuan dari kamera teman-teman sekalian ! Gali inspirasi dari pengetahuan yang sudah ada . dan terus Belajar Fotografi untuk menambah kemampuan. Bikin aturan baru .. banyak sekali kesempatan untuk berkreatif disini . Kita bisa mendapatkan uang dengan Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama.

Lintang Ayu Teknik Fotografi

Belajar Fotografi, Mengenal Aperture

Belajar Fotografi, Mengenal Aperture
Lintang Ayu Teknik Fotografi

Belajar Fotografi, Mengenal ISO

Belajar Fotografi, Mengenal ISO
Lintang Ayu Teknik Fotografi

Belajar Fotografi

Belajar Fotografi pada dasarnya sama seperti belajar ilmu-ilmu yang lain , perlu pengetahuan dasar lalu praktek . Porsi praktek harus lebih banyak dibanding porsi untuk mempelajari teori teknisnya . Dan dua-duanya sebaiknya dijalani secara paralel . Baca praktek baca praktek baca praktek baca …

Apa yang harus dipelajari ? Secara garis besar , menurut saya sih cuman dua . Teknis dan Komposisi .

  1. Teknis ? adalah memahami kamera dalam cara kerjanya menangkap cahaya untuk direkam. Tidak kamera saja sih , tapi tercakup juga aspek lain dari asesoriesnya , proses pencetakan , editing dll. Intinya hal yang berbau teknis .
    Di fotografi , lumayan banyak istilah teknis yang dipakai . Belum lagi setiap vendor memiliki nama-nama yang berbeda untuk sebuah teknologi . Banyak ! tapi jangan terlalu diambil pusing . Belajar memang seperti itu . Lambat laun , setiap istilah akan terkuak maknanya dan kita jadi lebih mengerti . Tetap konsisten belajar ! Beberapa ilmu teknis diantaranya :
    • mengenal kamera , lensa , sensor
    • memahami exposure dan 3 elemen pentingnya : aperture , shutter speed , dan ISO / ASA
    • memahami WhiteBalance (WB)
    • asesories kamera dan fungsinya ( tripod , flash , lens filter dll )
    • post editing ( photoshop etc )
    • color management
    • dll
  2. Komposisi ? adalah bagaimana membuat / mengkomposisi sebuah obyek yang akan difoto menjadi menarik untuk dilihat . Banyak faktor yang bisa membuat sebuah foto menjadi menarik diantaranya ketepatan momen , warna , posisi obyek , ekspresi obyek dll . Sebisa mungkin kita mengumpulkan sebanyak mungkin faktor-faktor tersebut ke dalam sebuah foto . Masih bingung tentang komposisi ? mending baca aja langsung tip-tip mengenai komposisi di http://digital-photography-school.com/blog/category/composition-tips/.
    Komposisi ini lebih ke cita rasa seni / art. Tidak ada aturan baku semacam user manual etc. Semata-mata tergantung dari rasa sang fotografer. Pesan apa yang akan dia sampaikan , dan apakah pesan itu sampai ke penikmat foto.

Teknis dan Komposisi ! kedua-duanya dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang berkualitas . IMHO , pengetahuan akan komposisi lebih penting karena tidak akan pernah habis ide-ide untuk menghasilkan foto yang unik / berkualitas . Lain halnya pengetahuan teknis . Bisa mentog atau habis , bisa didapat dari User Manual atau tutorial yang ada . Penguasaan komposisi tidak mungkin diperoleh kecuali dari latihan jepret terus menerus . Melatih mata untuk melihat momen yang ada , menunggu waktu yang tepat , mem-visualisasi-kan target akhir yang kita inginkan dsb .
Namun pengetahuan teknis juga hendaknya tidak ditinggalkan . Istilahnya kita belajar mobil kita sudah tahu teorinya sehingga ketika berkendaraan sudah pakai feel , tinggal jalan. Begitupun dengan penggunaan kamera . Ketika momen bagus itu datang , jangan sampai hasilnya tdk optimal gara-gara setting kamera yang salah.

Media untuk belajar Belajar Fotografi

Di era digital seperti sekarang, informasi mudah didapatkan semudah membalik telapak tangan . Go Online dan gali tutorial yang ada . Fotografi itu ilmu yang sudah puluhan tahun .. sudah banyak sekali beredar di Internet .

  • dari Google : ketikkan keyword “photography tutorial” dan sejenisnya . Atau keyword-keyword spesifik lainnya . It’s all there and FREE ! Yang didapat adalah segudang artikel online bahkan pdf /ebook gratis .
  • dari buku : bisa dibaca kapanpun dimanapun . Lebih mobile dibandingkan membawa – bawa laptop . Plus , bisa dwifungsi sebagai bantal ketika mengantuk . Luar atau lokal ? kalau saya sih prefer buku luar negeri . Selain banyak macamnya , isinya lumayan komprehensif dan tidak asal-asalan . Amazon adalah tempat bagus untuk membeli buku fotografi.
  • dari majalah ( baca Majalah Fotografi Pilihan )
  • dari kursus : belajar kilat dengan bimbingan fotografer yang berpengalaman . Pengalaman memang mahal sih :D . Coba cari info di kota anda setempat , biasanya ada yang menawarkan jasa kursus . Mau kursus online via internet juga bisa semacam BetterPhoto
  • dari komunitas : gabung dengan sebuah atau beberapa komunitas fotografi baik offline maupun online . Apa yang lebih baik dari berkumpul dengan orang-orang yang satu minat dan obsesi dengan kita ? . Misal komunitas online : Fotografer.Net , Ayofoto.com dll
Yuk terus mem foto apapun, baik sebagai hobby maupun untuk mencari uang. Kita bisa juga Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama
Lintang Ayu Teknik Fotografi
Minggu, 03 Januari 2010

Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama

Ada sebuah situs yang menawarkan materi 3 days short e-course , untuk Mendapatkan Uang Saku Ekstra hingga Pendapatan Utama dengan Kamera Digital Anda!
berikut Sedikit Cuplikannya :

Setelah mempelajari materi 3 days short e-course dari Jual Foto Online, Anda akan dapat:

Mengetahui agency mana saja yang merupakan pilihan terbaik untuk melakukan penjualan photo Anda, dengan rate penjualan terbaik/tertinggi

Menentukan program pilihan mana yang akan dijadikan prioritas untuk konsentrasi pembuatan dan pengiriman materi Mengetahui dan menentukan sistem pembayaran yang paling mudah, aman & menguntungkan

Menentukan object photo dengan lebih baik, banyak dicari dan dapat lebih mudah terjualMengetahui jenis photo editorial dan non editorial untuk menghindarkan pelanggaran/tuntutan hukum

Membuat judul photo dan deskripsi dengan pendekatan psikologis terbaik, yang akan mempengaruhi persepsi dan emosi calon pembeli saat melihatnya

Membuat keywords untuk photo Anda dengan efektif, dengan daftar seluas mungkin yang aman dan tidak melanggar peraturan, plus tips membuat keyword secara otomatis yang belum banyak diketahui

Menikmati sistem yang bekerja 24 jam penuh setiap harinya tanpa perlu melakukan usaha penjualan Meraih target pendapatan tambahan yang Anda inginkan, bisa berkisar antara Rp 1-10Jt per bulan, atau lebih! Semuanya terserah pada usaha Anda! Banyak photographer dari Asia mencapai pendapatan di atas Rp 10 juta per bulan dengan mengikuti program yang tersedia Pada materi update disampaikan info seorang peserta program yang meraih $2000-2500 per bulan, plus sample hasil karyanya.

Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama, microstock yang sudah ternama misalnya:
fotolia.com
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
istockphoto.com
texturevault.net

shutterstock.com

Ini ada beberapa tip untuk para microstocker:

1. Kurangi mengupload photo yang "nyeni"
2. Photo anda akan di pakai desaigner, berfikirlah seperti designer.
3. Gunakan ISo di bawah 200, lebih dari itu lebih baik di tunda pengambilan gambar.
4. Gunakan DSLR.
5. No noise. Maksudnya bukan no noise biasa tapi pada 100% zoom.
6. No blur, maksudnya no blur biasa tapi pada 100% zoom.
7. Lebih dari 4mp
8. Kurangi adjustment di photoshop, bila terlalu banyak maka akan menimbulkan artifact pada 100% zoom.
9. Foto anda di review pada 100% zoom.
10. Siap2 menerima penolakan dari reviewer yang alasanya biasanya ada2 saja.
11.Lensa Kit nya canon tidak di anjurkan, soft pada 100%.
12. No purple fringing at 100%
13. Photonya hasil karya sendiri.
14. Gunakan model release untuk yang pakai model (saya ada formnya kalo mau)
16. mengupload photo sebanyak2 nya secara rutin.
17. Photo yang background putih (isolation) sangat di sukai designer (laku keras).
18. Upload menggunakan FTP (kecuali Istockphoto tdk bisa pakai FTP) lebih cepat.
19. Oiya microstocker yang sukses bisa menghasilkan $60.000 sebulan (hampir 600jt perbulan!!) seperti Yuri arcurs beritanya di http://www.microstockdiaries.com/yuri-arcurs.html cameranya pakai Hasselblad Medium Format 39MP pixel dulu dia pakai 1D mark II

hmm apalagi ya?...
20. no logo, no branding, merk dlm foto.
21. keywords sangat penting, supaya tidak report bikin keyword pakai IPTC editing program atau photoshop juga bisa.

Intinya satu...keep upload, awalnya sih susah tapi lama2 terbiasa, agency yang paling ketat seleksinya adalah istockphoto.com.
Yang paling gampang menerima featurepics.com dan bigstockphoto.com.