Koleksi Foto Lintang Ayu, Foto lucu, Foto anak, gambar anak, gambar lucu. Belajar Fotografi, Teknik Fotografi, Cara Membuat Foto Bagus, Mendapatkan Penghasilan Dengan Jual Foto Online, Informasi sekitar Digital Stock Photography – Online Stock Photography

Minggu, 10 Januari 2010

Cara Menghasilkan Uang dengan Menjual Foto

Cara Menghasilkan Uang dengan Menjual Foto. Cara menghasilkan uang ribuan dollar tiap bulan dari internet bermodal kamera digital dengan mengupload foto ke internet, hanya bermodal kamera anda, tak perlu buat website, mudah dan terbukti nyata hasilnya.
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Dalam bisnis fotografi, persaingan semakin sulit terutama jika sedang berhadapan dengan para pakar atau yang sudah dikenal di bidang inndustri. Bagi seorang fotografer pemula atau hampir dapat dikategorikan sebagai seorang ahli, maka dapat masuk ke pasar dengan menggunakan beberapa strategi dan menghasilkan uang dengan menjual foto.
Berbagi Pengetahuan dengan cara Mengajar
Pendidikan adalah sebuah Pengajaran yang akan terus mengasah bakat bakat setiap orang dan menjadi salah satu faktor dalam menggali potensi yang dimiliki seseorang. Pada umumnya, Guru dengan mudah dikenal sebagai ahli karena mereka telah memiliki kemampuan terhadap apa yang hendak mereka ajarkan. Seseorang bisa mendapatkan gelar tersebut ketika mengikuti suatu lokakarya dan menawarkan untuk mengajar fotografi. Bergabung dengan sebuah klub, sukarelawan untuk mengajar anak-anak muda, menampilkan diri sebagai pembicara dalam lokakarya fotografi jika demikian, maka dapat berbagi tips berharga, pengetahuan dan wawasan mengenai keterampilan fotografi. Menjadi seorang guru dapat meningkatkan potensi seseorang untuk menghasilkan uang dengan menjual foto.
Hasil Foto dapat Dicetak dan Diterbitkan
Cara lain untuk menambahkan kredibilitas sebagai seorang fotografer adalah dengan mencetak dan menerbitkan sebuah karya. Selain itu juga harus dapat menemukan suatu cara untuk menampilkan foto apakah dalam bentuk cetak atau elektronik seperti blog atau e-book. Hal ini dapat meningkatkan kredibilitas seorang fotografer dan orang-orang akan melihat karya-karyanya. Luangkan waktu untuk bergabung dengan forum fotografi dan merekomendasikan berbag\ai teknik. Tinjauan posting atau komentar mengenai fotografi terbaru gadget atau gaya juga dapat menarik perhatian yang lebih tinggi. Cepat atau lambat, setiap orang yang melakukan hal tersebut akan diposisikan sebagai seorang ahli selama mereka tetap konsisten dan berdedikasi untuk kerajinan fotografi.
Promosikan Diri
Semua Itu belum cukup jika ingin bergabung dalam sebuah pameran atau merebut perhatian dalam lokakarya fotografi. Hal lain yang tak kalah penting adalah bagaimana cara menciptakan citra bahwa orang akan melihat dan ingat hasil karya tersebut. Salah satu cara untuk dapat mencapainya adalah dengan mengirimkan hasil karya kepada media cetak atau menawarkan layanan sebuah untuk mendapatkan pasar yang luas. Ini dapat sangat membantu dalam mendapatkan satu identitas di bidang industri fotografi dan dianggap sebagai ahli. Jika telah mendapatkan status tersebut, tidak hanya biaya setingkat lebih tinggi per proyek tapi juga bisa menghasilkan uang dengan menjual foto.

Anda punya koleksi foto atau gambar yang bagus? Kenapa tidak dijual saja di Internet? Supaya bisa dapat Dollar Tiap Bulan?Jual saja ke :

dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Joko Catur
Sabtu, 09 Januari 2010

Menjual Foto Sesuai Pesanan, harga terendah foto $50

Fotografi adalah salah satu medium yang populer beberapa tahun kebelakang, sejak kamera digital banyak digunakan dan harganya terjangkau, kini tidak hanya para profesional tapi amatir menjadi addict pada kegiatan yang satu ini.

Dengan kemajuan internet, kini kolaborasi antara fotografi dan web-based platform mengangkat lebih jauh para fotografer ke tingkat selanjutnya. Berita foto, foto profesional dan hasil karya foto amatir kini beredar luas di dunia cloud.

Bisnis stock foto pun kini telah merambah ke Indonesia, jika dulu kita hanya mengenal iStockphoto, fotolia.com, dreamstime.com, featurepics.com, bigstockphoto.com
123rf.com, texturevault.net dan Shutterstock, kini aplikasi seperti AyoFoto dan beberapa situs yang menampilkan karya-karya foto juga menyediakan foto untuk para photostock buyer.

Tapi ada satu situs yang membawa sebuah pola baru dalam proses tawar menawar foto, situs itu adalah FocalPop.

FocalPop adalah web-based platform yang mengunakan sistem crowdsource dalam proses intinya. Aplikasi
ini memungkinkan para pembeli foto untuk mendapatkan foto yang mereka inginkan secara pas dan sesuai,
dengan cara mengirimkan pada crowdsource detail foto seperti apa yang dibutuhkan.

Secara sederhana, proses penawaran foto dimulai dari pencari foto atau buyer/seeker, mereka menuliskan request jenis foto, lengkap dengan detail yang diinginkan dan jumlah harga yang akan mereka bayar untuk hasil foto terbaik, dan mencantumkan juga deadline, lalu meng-upload request ini melalui FocalPop. Lalu FocalPop akan memberitahu komunitas fofografi tentang request buyer ini, kemudian fotografer yang merasa tertarik untuk mengirimkan foto sesuai dengan detail yang diminta, kemudian mengupload foto mereka.

Setelah waktu deadline, maka seeker atau buyer akan memilih foto yang sesuai dengan keinginan mereka,
dan membayar FocalPop sesuai dengan yang telah disepakati, FocalPop akan mengirimkan hasil foto
dalam resolusi tinggi untuk seeker/buyer lalu FocalPop akan membayar fotografer yang hasil fotonya terpilih.

Proses ini unik, karena menjembatani kebutuhan dua belah pihak yang sering kali menemukan jalan buntu. Buyer tidak menemukan atau kesulitan mencari foto yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan fotografer tidak mengetahui secara pasti, sebenarnya foto seperti apa yang dibutuhkan atau laku dijual. Dengan mengirimkan request pada crowdsource, efesiensi tentang tema apa yang diinginkan serta spesifikasi kebutuhan foto bisa di maksimalkan.

Tentang komisi, FocalPop memberikan komisi minimun sebesar 70% dengan harga terendah foto $50. Sejak
kemunculannya FocalPop telah menarik berbagai user dari 63 negara dan terus bertumbuh, tema-tema request pun terus bertambah.

Industri foto di tanah lokal pun terus bertumbuh, bahkan telah menjadi gaya hidup, para profesional pun terus berdatangan, saya kebetulan tadi membaca salah satu artikel di majalah tentang pengusaha muda terbaik asia, dan salah satunya adalah seorang fotografer yang mengembangkan bisnis fotografi.

Di Indonesia setidaknya ada juga beberapa web based aplication yang berfokus pada fotografi, seperti Fotokita, Citizen Kompas, AyoFoto, yang terakhir ini penggunanya cukup besar dan menampilkan juga stock foto untuk dijual.

Internet memang bisa dikolaborasikan dengan hampir apa saja, termasuk fotografi.

Tertarik untuk membuat startup berbasis fotografi ? Atau anda punya pendapat lain dengan web based apps berbasis fofografi, jangan sungkan untuk share pendapat anda pada kolom komentar.

fotolia.com
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
istockphoto.com
texturevault.net
Joko Catur Jual Beli Foto

Teknik Fotografi, High Dynamic Range, Astrophotography, Ghost effect

Teknik Fotografi, High Dynamic Range, Astrophotography, Ghost effect

Ghost effect

Saya coba kasi contoh effek "ghost" trail dengan menggunakan normal flash dan Rear Sync flash.

Data:

  • FL = 50mm
  • F-Number = F/3.2
  • Exposure Time = 1/3 sec.
  • ISO speed = 200
  • Handphone digerakkan dari kiri ke arah kanan.

Berikut hasil dengan normal flash: (terlihat objek yang ditangkap "ketinggalan")

Teknik Fotografi

Berikut hasil dengan Rear Sync: (Hasil yang benar, objek di depan, dan bayangan di belakang)

Teknik Fotografi

Dengan menggunakan Rear Sync maka effect Ghost Trail dihasilkan dengan benar.


Zoom Burst

Teknik ini adalah dengan memanfaatkan long shutter antara 1/20 sampai 1/60 dengan menempatkan focal range ke maksimal, kemudian setelah shutter dilakukan, zoom ring lensa dikurangi ke range kecil.

Teknik Fotografi


High Dynamic Range

High Dynamic Range atau sering disebut HDR merupak teknih fotografi untuk mendapatkan objek gelap dan terang sehingga menghasilkan kesan dynamic range. Secara umum untuk menghasilkan foto HDR adalah dengan mengambil suatu objek dengan tingkat exposure yang berbeda-beda, kemudian gambar tersebut digabungkan. Untuk menjaga agar pengambilan gambar yang konstan sebaiknya menggunakan tripod atau continous shoot.

Teknik Fotografi

High Dynamic Range

Astrophotography

Ini merupakan tipe photography yang mengkhususkan dalam mengambil objek-objek astronomi di langit seperti bulan, matahari, bintang, dan objek langit lainnya.

Teknik Fotografi

solar eclipse tanggal 26 januari 2009

Bokeh

Ini merupakan salah satu teknik fotografi untuk menghasilkan efek back atau front image yang blur.

Foto yang bokeh dapat dihasilkan dengan menggunakan 3 pendekatan ini:

1. Bukaan besar dari lensa (large arperture)

2. Penggunaan lensa macro

3. Penggunaan lensa tele photo

Teknik Fotografi

Bokeh dengan penggunaan lensa macro

Joko Catur Teknik Fotografi

Teknik Fotografi, metering, tips, white balance

Teknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.

Putih sebagai Standar Warna

Mungkin ada yang pernah memotret obyek, kemudian menyadari bahwa kamera merekam warna yang salah. Warna merah berubah menjadi jingga, atau hijau menjadi kuning. Ini mungkin disebabkan oleh kesalahan kamera dalam memilih warna putih.
Kamera sebenarnya tidak benar-benar mengenali warna. Yang ditampilkan oleh kamera adalah seberapa jauh perbedaan frekuensi cahaya pantulan dari suatu obyek terhadap suatu frekuensi cahaya lain yang menjadi standar pembanding. Pemahaman mengenai proses reproduksi warna ini sangat penting dalam fotografi yang meemerlukan tingkat akurasi warna tinggi, misalnya dalam foto produk, warna kain, grafis cahaya, dsb.
Berikut ini adalah foto dari obyek yang sama, dipotret dengan beberapa mode white Balance yang berbeda:
Teknik Fotografi

Auto White Balance

Teknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.
Warna putih dipilih sebagai standar pembanding karena warna ini bersifat netral. Pada kondisi cahaya berfrekuensi lengkap, warna putih akan memantulkan semua frekuensi cahaya, sehingga obyek berwarna putih adalah obyek yang memantulkan cahaya dengan intensitas paling tinggi. Namun karena sifatnya yang netral, putih akan merah jika diterangi oleh lampu berwarna merah, tampak biru di bawah cahaya lampu biru, dan seterusnya. Berdasarkan kondisi tersebut, Auto-WB pada kamera diatur untuk mengenali 'pantulan obyek dengan intensitas tertinggi' dan menggunakannya sebagai standar warna 'putih' untuk melakukan koreksi warna.
Akibatnya, pada kondisi-kondisi tertentu, kamera dapat mereproduksi warna yang keliru karena tidak ada benda berwarna putih pada obyek yang ditangkapnya. Dalam kondisi ini diperlukan kecermatan fotografer untuk membantu kamera melakukan koreksi warna.

Preset White Balance


Untuk melakukan koreksi warna, biasanya tersedia beberapa pilihan Preset WB pada kamera digital. Misalnya:
  • Fine, digunakan pada kondisi pemotretan outdoor siang hari dengan kondisi cahaya matahari terang
  • Shade,atau dalam beberapa tipe disebut Cloudy digunakan pada kondisi pemotretan outdoor dengan kondisi matahari terhalang atau tertutup awan
  • Fluorescent, digunakan untuk pemotretan dalam ruang dengan pencahayaan lampu neon
  • Incandescent, digunakan untuk pemotretan dalam ruang dengan pencahayaan lampu pijar/ tungsten

Pada dasarnya, urutan dari Fine sampai ke Incandescent didasarkan pada perbedaan suhu dari setiap warna cahaya. Penjelasannya akan disampaikan di bawah.

Kelvin White Balance


Kelvin WB, biasanya terdapat pada kamera DSLR profesional, didasarkan pada pemahaman fisika bahwa benda dengan suhu tertentu akan memancarkan cahaya dengan frekuensi tertentu pula. Cahaya matahari dipancarkan oleh benda dengan suhu 5500K. Lampu neon memiliki suhu 4000K, lampu pijar 3000K.
Kesalahan dalam pengaturan derajat Kelvin akan menghasilkan warna yang keliru. Patokannya:
  • Jika foto yang dihasilkan berwarna kebiruan, berarti setting temperatur terlalu rendah
  • Jika foto yang dihasilkan berwarna kekuningan, berarti setting temperatur terlalu tinggi


Custom White balance


Pemilihan pengaturan WB dengan Preset atau kelvin mungkin dianggap ribet saat fotografer tidak bisa memutuskan setting yang tepat. Beberapa kamera dilengkapi dengan pilihan Custom WB sebagai alternatif terakhir. Pada setting ini, kamera digunakan untuk memotret dan merekam warna yang dijadikan standar putih, dan selanjutnya warna ini akan digunakan untuk melakukan koreksi warna untuk obyek yang lain. Jadi fotografer cukup mengantongi selembar karton putih sebagai standar jika sewaktu-waktu diperlukan.
Uniknya, dengan cara ini, bisa digunakan warna lain selain putih sebagai standar, sehingga dapat dihasilkan 'false color' - kesalahan tonal warna yang disengaja untuk mendapatkan mood bagi sebuah foto. Misalnya untuk memperoleh kesan 'hangat' foto dibuat bernuansa kekuning-kuningan. Sebaliknya, untuk memperoleh kesan 'dingin' foto dibuat bernuansa kebiru-biruan.

Lalu seperti apa sebenarnya warna obyek yang saya potret di atas?
Dengan Custom WB pada sebuah karton putih, ini hasilnya:
Teknik Fotografi, foto bagusTeknik Fotografi, metering, teknik fotografi, tips, white balance.
Joko Catur Teknik Fotografi

CARA MEMBUAT FOTO BAGUS

BAGAIMANA SIH CARA MEMBUAT FOTO BAGUS ?

Earn Money Selling Photos on the Internet. Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Pertama-tama sebelum memasuki pembicaraan tentang fotografi dan cara membuat foto yang bagus, maka kita harus menyepakati arti kata bagus itu dulu. Pengertian bagus sangatlah subyektif dan relatif. Karena bagus bagi seseorang belum tentu bagus bagi yang lain. Meskipun demikian, ada benang merah yang bisa kita terapkan untuk mendasari kita menilai sebuah foto.


Dasar penilaian obyektif dalam menilai sebuah foto adalah teknik-kreatif-komunikatif.


Persoalan teknik menjadi pondasi penciptaan karya foto.

Jika kita melihat sebuah foto tidak fokus, maka foto tersebut tidak bisa kita sebut bagus. Jika pencahayaannya kurang (under exposure), maka secara teknik juga jauh dari bagus. Masalah fokus, pengukuran exposure, pemilihan lensa, kesalahan pemilihan resolusi image, ISO tidak tepat, white balanced menyimpang, dan persoalan lain seputar pengoperasian kamera, adalah ketrampilan penguasaan teknik. Dalam hal ini seorang fotografer harus menguasainya dan menjadi basic atas ketrampilan berikutnya.

Masih di wilayah teknik, adalah penguasaan ketrampilan menata lighting. Fotografi tanpa lighting bukanlah fotografi. Cahaya dibutuhkan fotografer seperti kebutuhan pelukis atas cat atau tinta. Menurut akar katanya, fotografi adalah melukis dengan cahaya. Tidak ada cahaya, fotografer tidak bisa memotret.


Fotografi mau tidak mau adalah salah satu media bagi bahasa komunikasi visual yang masuk dalam khasanah seni rupa. Dengan kamera dan cahaya, seorang fotografer mengungkapkan ide, gagasan dan pesan kreatifnya. Ungkapan kreatif-artistik tersebut dapat terwujud dengan baik, jika penempatan obyek di dalam viewer tertata baik komposisinya. Penataan komposisi ini menjadi basic atas hasil sebuah foto terlihat indah atau tidak. Penataan komposisi yang tidak tepat menjadikan sebuah foto kehilangan gregetnya.


Adalah omong kosong belaka jika belajar fotografi hanya dengan menguasai teorinya saja dengan tidak pernah melakukan pemotretan. Kesempurnaan hanya dapat dicapai dengan banyak latihan. Latihan terbaik adalah memotret. Bawalah kamera kemanapun kita pergi. Potretlah apa pun yang menurut kita layak kita potret. Lakukan pemotretan dengan dasar-dasar teori yang pernah dipelajari. Lakukan pemotretan dengan jangan asal jepret. Sebelum memotret lakukan pengamatan terlebih dahulu.

Lihat, amati, pertimbangkan, arahkan kamera, pilih mode operasional kamera yang sesuai, tunggu saat yang tepat, baru jepret. Pemotretan yang asal jepret akan menghabiskan kapasitas memory card. Selain itu juga akan menjadikan kita sibuk setelahnya, karena akan banyak foto yang akan kita delete. Belum lagi dengan usia kamera yang makin menyusut, karena pemakaian yang berlebihan.

Setelah kita menguasai teknik operasional kamera, lighting, dan komposisi, maka kita tidak akan kesulitan untuk mencoba berkata-kata dengan bahasa fotografi. Masalah teknik adalah tata bahasa. Foto adalah media komunikasi visual. Untuk dapat menguasai bercerita dengan foto maka kita harus menguasai tekniknya dulu. Jika belum apa-apa kita pengin ngomong dengan fotografi padahal kita belum mengerti tekniknya, maka kita berlaku seperti anak kecil yang baru belajar ngomong dan mengeluarkan semua kata yang dikuasainya. Akibatnya, orang lain pun tidak mengerti maksud dari si anak tadi.


Oleh karena itu, belajar teknik adalah mutlak perlu. Belajarlah secara bertahap. Step by step. Jangan tergesa-gesa melangkah ke anak tangga berikutnya jika anak tangga terbawah belum dijejak. Bila memaksa diri maka kita akan menjadi frustrasi dan akan kehilangan kenikmatan melalui proses pembelajaran yang benar. Pelatihan fotografi membutuhkan proses. Belajar fotografi membutuhkan pemahaman teori dan pengendapan rasa. Meskipun tidak ada cara instan belajar fotografi, namun ada cara mudah mencapainya.

Cara termudah belajar fotografi adalah dengan dipandu fotografer senior yang menguasai cara mengajar dengan benar. Banyak fotografer hebat, namun belum tentu hebat ketika mengajarkan ilmunya.

Belajar fotografi bisa secara otodidak, namun akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan tidak ada yang mengevaluasi atau membetulkan jika kita salah. Cara termudah adalah dengan bimbingan fotografer lain.

Hanya masalahnya apakah kita dapat mengganggu fotografer senior dengan pertanyaan-pertanyaan kita kapan pun kita mau? Tentu saja tidak! Oleh karena itu pilihlah pembimbing yang memang meluangkan waktunya untuk membimbing pemula. Pilihan terbaik hanyalah melalui kursus fotografi online. Kapan pun kita punya masalah, kita bisa melayangkan email dan meminta penjelasan. Simple dan flexible.

Menjadi seorang fotografer adalah masalah pilihan. Kita mau menjadi fotografer yang mampu membuat foto-foto cantik atau cukup puas dengan foto-foto asal jepret. Jika kita ingin membuat foto indah maka kita harus belajar dengan melalui tahapan tadi. Bila kita hanya ingin memotret dengan asal jepret, maka Anda membuang waktu dengan membaca artikel ini

Tempat Saya Biasa jual Foto, Anda juga bisa ikut jual foto dengan syarat fotonya Bagus,tak ada salahnya bila mencoba :
dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com

Jumat, 08 Januari 2010

Earn Money Selling Photos on the Internet

Earn Money Selling Photos on the Internet. Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com
Got a digital camera? Now you can earn money selling your pictures on the Internet! If you have a good eye and if you are a creative person, you can generate very nice monthly income by selling your pictures on stock photography web sites. Personally, I am receiving checks and PayPal transfers for few hundreds bucks every month and you can do it too. At least, it pays you back for all that nice and expensive photographic gear you have purchased last year.

I truly love online stock photography Internet phenomenon, since it is the first in the world and probably the only business model which allows amateur photographers like you and me to earn some money from they lovely hobby. In fact, if you are a talented photographer and you shoot hundreds of pictures every month you can earn a very significant part of your living by shooting high quality creative pictures for stock photography agencies.

There are many stock photography sites that will be happy to sell your photos and share with you the received revenues. iStockPhoto, ShutterStock, Fotolia, BigStockPhoto and CanStockPhoto are just few stock sites to name. All stock sites allow you to register for free as their submitting photographer and start uploading your work to their banks. However, be aware that many sites will ask you to provide detailed personal information such as a scan of you picture ID or passport. Also, at many sites you will be requested to sign and fax back a signed copy of the site’s ’submitter agreement’. These requirements are part of continuous effort of limiting the image fraud on the Internet and protecting both image buyers and image copyright owners from the fraudulent behavior.

Earn Money Selling Photos on the Internet. In addition to the submitters authentication, many stock photo sites will ask you to pass a professional online test, which should verify that you have all the required photographic skills and that you understand rules of the game on stock photography market. Do not be afraid of that test. If you know the difference between shutter speed and the aperture and if you can explain what is DOF you will pass this test for sure. And the basic stock photography rules are quite simple:
Earn Money Selling Photos on the Internet.
1) Do not submit images that include any copyrighted material Avoid photographing company logos, trademarks, third-party images and brands.

2) Provide a model release for any recognizable person in your image Each site has its own standard model release form that you have to fill in and send along with each image containing a recognizable person. It could be a good idea to keep handly printed copies of model releases for all the sites where you submit your photos. When you shoot a person, do not forget signing her on one or more model releases! Note, that most sites will also ask you for the copy of model’s ID, the witness signature and a copy of witness picture ID. Keep all this in your mind when you prepare a stock shooting session

3) Editorial content Some stock photo agencies, e.g. ShutterStock has a separate section / category for editorial images. Different rules set apply for editorial content. Editorial content can be used only in news and therefore editorial images do not require model releases and can include copyrighted material. So, if you have shot a carnival in Brazil do not throw out all your pictures because you do not have model releases for all these people. You still can submit your images as editorial content at some stock photography sites. However, be aware that there are not too much buyers for this type of content and the submitters’ competition could be tight.

4) Use appropriate lighting and composition This is common sense, but I will mention it anyway. Your images compete for the buyers attention with images created by highly qualified talented professional photographers which shoot for years, own nice equipment and definitely know how and when use it. You must think creatively in terms of lighting and composition, otherwise your images will never sell.

For instance, if until now you relied on built-in camera flash as a proper source for indoor lighting it is a time to change your mind. Go to the stock sites and take a look how other photographers use light in their work. You will probably need to switch to some more professional sources of lighting for your indoor photography. Again – be creative and you will win the war for the buyers’ attention and buyers dollars!

5) Images format must be JPG at most sites, typically starting from 2 megapixels and with max file size of 8-10 MB

6) Properly prepare your images before uploading them to stock photo sites First of all it means digital editing. There are many software applications that can help you to edit your image, starting from the industry standard de-facto Adobe Photoshop tool, followed up by the newest and much cheaper than Photoshop Adobe Lightroom and ending up with Google’s Picassa, which is very limited in its editing capabilities, but is available free of charge. Do your best editing your pixels. In many cases some light extra-saturation will help.

However, making your image look gorgeous is still not enough to create a bestselling picture. Think about buyers. Buyers still have to find your image among all the similar pictures in the web image database provided by a stock agency. It means you have to describe your image using appropriative keywords, title and description. It is important to do it before uploading images to a stock photo site, otherwise you will need to add keywords at every stock site, thus multiplying image preparation time.

Fortunately, keywords data can be inserted directly into JPG file, so the image carries its own keywords. This image metadata modification protocol is called IPTC and is implemented by some graphical applications, e.g. Adobe Photoshop. Editing IPTC data and selection of proper descriptive keywords can take significant amount of time, especially if English is not your mother tongue or if you just much better in taking pictures than in describing them in words. Buyers will never find your image if it was loosely keyworded, but the proper keywording and upload to multiple sites can take a while! Additionally, if you wish to keep the control what image was uploaded to which site and when, you might be completely lost after uploading a few tens of images.

Fortunately, there is dedicated stock photography management tool which takes care of all the issues above. ProStockMaster provides significant aid for a stock photographer by streamlining stock photography workflow. The application sports semi-automated images keywording, IPTC data editing, EXIF reading and provides simultaneous images upload to multiple leading stock photography agencies. ProStockMaster is available for free download from the product web site: http://www.prostockmaster.com. The free version is limited to 5 image uploads daily which certainly could be enough for many beginning stock photo submitters, saving them tens of hours of routine image preparation and management work in front of their computers.

7) Prices and payments – what income you can expect Most stock photography agencies pay photographers for each download (a purchase) made by the image buyer. This is a micro-payment model and the prices you get paid start as low as $0.20. However, if you were successful to create a real bestselling image you can easy hit few hundreds downloads a month, so your earning arithmetic can be $0.2 x 300 = $60 monthly for a single image. Shooting 10 bestsellers monthly could generate you $600 monthly income – definitely not a bad return on a few hours investment.

The rule of the thumb says the more images you have online in each and every stock photography agency the more images you sell and the higher monthly income you get. Typically, stock agencies send you a check or a PayPal transfer at the end of every month if you have earned more than a certain amount of cash, typically $100, during that month. Your earnings will be collected by the site until they reach this minimal payment.

Well, that’s all folks! Just take your digital camera now and go for a shooting session. Oh, - wait!, wait a second. First, open your web browser and look what other people submit to stock photography agencies. Note the most popular images and agencies suggestions for stock content categories and keep these subjects in mind when you shoot. My personal advice? Avoid flowers close-ups, typical landscapes, city scenes and buildings. Try to materialize business terms and shoot pictures which represent them,e.g. ’success’, ‘failure’, ‘partnership’. Be always creative in your work and your pictures will become online bestsellers. Good luck and happy shooting!

Useful URLs Earn Money Selling Photos on the Internet : Online stock agencies: dreamstime.com
featurepics.com
bigstockphoto.com
123rf.com

Model Release, Untuk apakah Model Release itu ????

Model Release
Ceritanya ada seorang temen yang bertanya tentang Model Release. sekalian aja, aku coba share disini, walaupun sebenernya udah banyak banget thread mengenai Model Release..
Aku punya pertanyaan seputar Model Release ini....

1. Bagaimana layout model release?
2. Apa yang diperlukan untuk membuat model release? hanya nama & nomor telpon serta ttd sajakah?
3. Foto yang bagaimana yang memerlukan model release? foto sang model berjumlah 1 org? jika lebih dari 1 apakah harus semuanya dimintakan model release? berapa jumlah maksimalnya yang tidak memerlukan model release?
4. Jika modelnya masih anak kecil, apa perlu dimintakan model release juga? jika bayi?
5. Jika yang difoto adalah orang yang sudah meninggal, perlukah model release lagi?
6. Jika mukanya tidak jelas, misal hanya 1/2 muka dan agak berbayang, perlu model release kah?
7. Jika seorang bapak2 yang sudah sangat tua yang mungkin sudah manula sekali dan tidak dapat diajak bicara/menulis, bagaimana memintanya sebagai info nama/no telp dan ttdnya?

Akhir kata saya bertanya sederhana pula..... Untuk apakah Model Release itu????

Mohon pencerahannya...salam hangat....maklum, saya hanya pemotret yang sangat pemula dan kurang mengerti mengenai hal ini.


ok.. kita mulai..

Pertama tama, apa sih model release itu..
Model Release itu adalah suatu surat izin penggunaan foto dari model atau orang yang foto dirinya tercantum di sebuah karya foto.

Lalu, untuk apa model release?

coba kita perhatikan cuplikan UU Hak Cipta ini :
Pasal 19
1.Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 (sepuluh tahun) setelah orang yang dipotret meninggal dunia
2. Jika suatu Potret memuat gambar 2(dua) orang atau lebih, untuk Perbanyakan atau Pengumuman setiap orang yang dipotret, apabila Pengumuman atau Perbanyakan itu memuat juga orang lain dalam potret itu, Pemegang Hak Cipta harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari setiap orang dalam Potret itu, atau izin ahli waris masing-masing dalam jangka waktu 10 (sepuluh) tahun setelah yang dipotret meninggal dunia.

Pasal 20
Pemegang Hak Cipta atas potret tidak boleh mengumumkan potret yang dibuat:
a.Tanpa persetujuan orang yang dipotret;
b.Tanpa persetujuan orang lain atas nama yang dipotret; atau
c Tidak untuk kepentingan orang yang dipotret,
apabila Pengumuman itu bertentangan dengan kepentingan yang wajar dari orang yang dipotret, atau dari salah seorang ahli warisnya apabila orang yang dipotret sudah meninggal dunia

nah.. dalam undang2 itu... kita harus mempunyai ijin untuk publikasi karya kita apabila memuat objek berupa orang. Kalau kita melanggar, kita bisa terkena tuntutan.. (untuk lebih lengkapnya coba cari UU Hak Cipta)

Model Release adalah sebuah surat izin penggunaan foto dari model atau orang yang foto dirinya tercantum di sebuah karya foto untuk mengatasi klausul dalam UU Hak Cipta tersebut...


Bentuk Model Release seperti apa..
Intinya, Model Release itu adalah sebuah surat pernyataan, jadi bentuknya bisa beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan. Kita bisa membuat model Release dalam berbagai bentuk... Tapi sebisa mungkin buatlah yang praktis agar tidak menyulitkan kita dalam meminta objek foto menandatangani Model Release tersebut..


Apakah Model Release itu hanya untuk Foto Model ?
Tidak! bukan cuma foto model yang perlu model release. Buat Teman Teman yang suka sama human interest sebaiknya menggunakan Model Release agar foto karyanya bisa di publikasi tanpa mengalami masalah hukum..


Apakah model Release hanya berguna jika fotonya mau di publikasi?
Kalau misalnya fotonya cuma ditaruh hardisk, sepertinya model release tidak diperlukan, Tapi jika untuk pameran, lomba, ataupun komersial, model release sangat diperlukan. Ingat kasus jaman dulu? Sebuah Perusahaan Komunikasi, dimana Perusahaan itu menggunakan foto karyawannya untuk iklan dan kartu telponnya. Perusahaan itu akhirnya harus membayar tuntutan dari model bekas karyawannya yang fotonya digunakan untuk iklan tersebut. Masih banyak juga kasus yang terjadi akibat tidak digunakannya Model Release tersebut.


Apakah fotografer harus membayar agar model/objek menandatangani Model Release?
Jawabnya Tergantung. tergantung dari negosiasi kita. Jika untuk model yang dibayar, kita tentunya harus membicarakan dari awal untuk apa foto yang kita buat dan penggunaannya kelak. Modelpun wajib menandatangani model release karena kita sudah memberikan mereka kompensasi.

Sedangkan untuk foto2 yang kita ambil secara iseng (misalnya street hunting) gak ada salahnya kita basa basi dengan sang objek... Negosiasi dengan komunikasi yang baik bisa membuat objek foto bersedia menandatangani model release.


Kalau misalnya kita ikuta acara hunting apakah kita masih perlu Model Release?
Umumnya kalau untuk acara hunting komersial seperti yang sering diadakan teman teman di FN, foto foto masih bisa digunakan untuk portofolio, tapi kalau misalnya kita bisa meminta model menandatangani form Model Release, maka kemungkinan kita menggunakan foto itu untuk keperluan komersial atau lainnya akan terbuka. Tapi ingat, kalau untuk kepentingan komersial bukan saja Model Release dari model, melainkan juga izin dari lokasi, dan sebagainya diperlukan untuk menghindari hal hal yang tidak enak dikemudian hari..
Joko Catur Teknik Fotografi
Kamis, 07 Januari 2010

Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto

Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto. Anda suka dengan dunia fotografi, atau seorang fotografer yang berminat membuka usaha menjual foto secara online?

Triarctic mungkin bisa menjadi salah satu pilihan anda, Triarctic adalah aplikasi foto galeri yang berbasis Java dan menggunakan teknologi AJAX, anda dapat memasang foto galeri secara online, dan para pengunjung dapat membuat ranking per foto, meninggalkan pesan.

Administrator dapat membuat album, memperkecil gambar untuk thumbnail, dan melihat statistik.

Bagi yang berencana menjual fotonya, telah tersedia integrasi dengan Paypal untuk penjualan foto online.

Triarctic berlisensi open-source GNU General Public License (GPL) dan dapat diunduh secara gratis.

Bila Anda ingin Membuat Foto Galeri dan Situs Jual Beli Foto, silakan download di : http://sourceforge.net/projects/triarcticphoto/

Lintang Ayu Jual Beli Foto

Pengertian Megapixels, 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels

Pengertian Megapixels, sebuah kamera dengan 3 megapixels berarti mempunyai ukuran pixel 2048 (P) x 1536 (L) sedangkan untuk 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels.

Kamera digital semakin murah dan terjangkau sehingga dan hampir setiap orang memilikinya saat ini, tapi tahukah anda bahwa ada suatu mitos mengenai megapixels (megapixels myths)?

Kamera digital terbaru saling berlomba untuk memberikan kapasitas atau resolusi atau megapixels yang besar. Apakah megapixels yang besar berarti kualitasnya semakin baik?
Apakah anda juga tahu semakin besar megapixels semakin mahal harganya tetapi apakah anda membutuhkannya?

Sebuah kamera dengan 3 megapixels berarti mempunyai ukuran pixel 2048 (P) x 1536 (L) sedangkan untuk 5 megapixels adalah 3504 x 2336 pixels. Apakah ukuran 5 megapixels akan selalu lebih baik dibandingkan dengan 3 megapixels? Jawabannya TIDAK!

Kesimpulannya selama anda tidak akan mencetak atau membuat gambar di web dengan ukuran besar maka berapapun megapixels yang ada di kamera tidak akan berpengaruh pada kualitas. Biasanya megapixels yang besar memiliki beberapa kekurangan:
- ukuran file lebih besar dan waktu transfer file lebih lama
- membutuhkan memory (tempat penyimpan file) yang lebih besar
- membutuhkan PC yang mumpuni untuk mengedit foto

Jika anda membutuhkan foto untuk dicetak dalam ukuran yang besar, maka pilihlah kamera dengan megapixels yang besar. Sebagai contoh anda akan mencetak foto yang diambil dengan kamera 8 megapixels dan 3 megapixels. Jika anda mencetak di atas kertas berukuran 10 x 15 cm anda tidak dapat membedakan kualitas megapixels tersebut. Tetapi jika dicetak di kertas 30 x 40 cm perbedaan kualitas megapixels tersebut akan kelihatan.

Sebenarnya bisa saja hasil foto kamera 3 megapixels dicetak di atas kertas 30 x 40 cm tetapi hasilnya tidak tajam (pecah) dan kurang bagus kualitasnya. Jika hanya untuk dicetak dalam ukuran 4R atau hanya akan di share di web maka saran saya tidak perlu menghamburkan banyak uang untuk membeli kamera yang 10 megapixels.

Satu lagi kelebihan kamera digital dengan megapixels yang besar adalah memungkinkan anda untuk men-crop foto.

Semoga artikel ini menjadi salah satu acuan/pedoman bagi anda yang ingin membeli kamera digital.

Jual Beli Foto dan Desain Online di Dreamstime.com

Jual Beli Foto
Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama. Inilah saatnya para fotografer dan desainer untuk mendulang dollar secara online di dreamstime.com Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh ada baiknya kita kenalan dulu sama Microstock foto ini .

Dreamstime.com adalah perusahaan yang menyediakan high quality digital images dengan harga yang bisa dibilang murah tapi nggak murahan! tentunya. Disini merupakan tempat yang cocok bagi para fotografer dan desainer baik pemula maupun profesional untuk menjual hasil karyanya secara online.
Disini juga merupakan tempat yang tepat bagi para pencari stock foto atau desain untuk membeli gambar yang akan digunakan untuk keperluan percetakan, majalah, mendesain web, dll.

Memang banyak situs lain yang menawarkan hal serupa, namun berdasarkan pengalaman penulis yang sekaligus sebagai kontributor, situs dreamstime.com merupakan situs yang paling gampang tuk dipelajari dan dijalani, nggak perlu banyak persyaratan, begitu daftar langsung bisa upload. Oh ya hampir lupa, daftarnya gratis lo...dijamin 100% tanpa bayaran sedikit pun.

Klo yang mau info lebih jelas tentang dreamstime.com lihat aja disini ato yang udah nggak sabar mo langsung daftar klik aja disini


Kalau ingin Menjual Foto ke Microstock Yang Sudah Ternama kita hrus mengetajui bagaimana Cara Membuat Foto Bagus.