Koleksi Foto Lintang Ayu, Foto lucu, Foto anak, gambar anak, gambar lucu. Belajar Fotografi, Teknik Fotografi, Cara Membuat Foto Bagus, Mendapatkan Penghasilan Dengan Jual Foto Online, Informasi sekitar Digital Stock Photography – Online Stock Photography

Kamera, Belajar Ilmu Foto

Kamera, Belajar Ilmu Foto

Kamera adalah alat mekanik (hardware) yang terdiri dari beberapa komponen peralatan yang di design sedemikian rupa sehingga mampu berfungsi sebagai perangkat yang mampu merekam gambar.

Beberapa jenis kamera, Belajar Ilmu Foto:

  1. Kamera range finder

    Kamera yang paling sederhana dan biasanya jenis kamera ini memiliki pengamat , langsung (direct vision camera). Hampir semua jenis kamera ini berukuran kecil, fasilitas yang terdapat dalam kamera ini sangat sederhana dan kamera ini hanya cocok untuk pemotretan dokumentasi pribadi.

    Contoh: Nikon Af 35 m, Canon Autoboy, Yashica, Minolta, Fuji MDL, dll.

  1. Kamera Single Lens Reflex (SLR) atau Refleks Lensa Tunggal (RLT)

    Jenis kamera ini adalah yang paling popular dikalangan pemotret amatir maupun professional. Fasilitas kamera ini bermacam-macam sehingga memungkinkan untuk berkreasi sesuka hati, selain itu lensanya juga dapat ditukar-tukar. Ukuran film yang digunakan adalah 35mm. Sistim kerja menggunakan sebuah cermin refleks dan penta prisma. Contoh: Nikon FM10, Canon AE-!, Asahi Pentax, Vivitar V3000S.

  1. Roll Film Single Lens Reflex

    Jenis kamera ini sangat mirip dengan kamera SLR/RLT biasa, hanya berbeda ukuran film yang digunakan yaitu film roll. Contoh: Hasselblad ELX, Mamiya RB 67, Rolleiflex 66, dll.

  1. Kamera Twins Lens Rreflex (TLR) atau Refleks Lensa Kembar (RLK).

    Kamera jenis ini mempunyai dua buah lensa, satu digunakan sebagai pengamat (viewing lens) dan yang lainnya sebagai lensa obyek (object lens). Kamera ini biasanya menggunakan film roll atau ada juga menggunakan film kaset 35mm. Contoh; Yashicamat, Rolleiflex, Mamiya C220, dll.

  1. View kamera

    Kamera jenis ini adalah kamera yang dirancang khusus untuk keperluan professional, karena memiliki fleksibilitas yang jauh lebih luas dibandingkan dengan kamera jenis lainnya. Tetapi cara pengoprasian kamera ini rumit, sehingga hanya sedikit sekali yang berminat. Contoh: Horseman, Combo, Toyo View, dll.

  1. Pocket Kamera

    Kamera ini merupakan kamera sederhana dengan fasilitas terbatas dan menggunakan jenis film kaset ukuran 110. Contoh: Fujica, Kodak, dll.

  1. Instant Picture Kamera

    Jenis kamera ini yang lebih dikenal dengan kamera Polaroid atau istilah awamnya kamera foto langsung jadi. Kamera ini sifatnya membuat gambar seketika (instant). Film yang digunakan dari jenis instant paper atau film Polaroid. Banyak digunakan oleh pemotret keliling di lokasi wisata.

    Lensa

    Lensa merupakan mata bagi kamera yang melihat suatu obyek yang akan direkam ke dalam film (pita celluloid). Melalui lensalah obyek akan menjadi bayang laten yang terbentuk pada permukaan film dan menjadi bayangan nyata pada saat proses cuci.

    Ada 4 hal penting dalam pemilihan lensa, yaitu:

  1. Mounting; merupakan ujung lensa yang berfungsi untuk menyambungkan lensa dengan kamera. Mounting terdiri dari tipe ulir, bayonet, atau tipe lainnya. Setiap kamera dan lensa memiliki standar masing-masing.
  2. Accessories ring; yaitu diameter ting depan lensa yang dapat dipasang peralatan tambahan (assesoris) lensa semisal filter, tudung surya, chockin, dll. Ukuran ring ini bermacam-macam antara lain: 49mm, 52mm, 55mm, 60mm, 72mm, 82mm, tergantung jenis lensa yang digunakan.
  3. Focal Length; yaitu angka panjang focus lensa. Hal ini menentukan karakteristik lensa. Makin kecil bilangan ‘mm’nya makin lebarlah sudut pandang (picture converage) yang diperoleh, selain itu ruang tajam yang dimilikinya semakin besar.
  4. Diafrahma (f stop); besar kecilnya angka f stop ini menentukan kekuatan dari lensa tersebut. Makin kecil f stopnya makin kuat lensa tersebut. Kuat lensa adalah kemampuan sebuah lensa untuk meloloskan cahaya melalui peralatan optic lensa tersebut. Makin banyak cahaya yang dapat diloloskan maka semakin baiklah lensa tersebut.

    Menuru jenisnya lensa terdiri dari: lensa normal (normal lens), lensa sudut lebar (wide angle lens), lensa tele pendek (medium tele/portrait lens), lensa ultra sudut lebar (ultra wide angle lens), lensa mata ikan (fish eye lens), lensa tele panjang (telephoto lens), lensa tele super panjang (super telephoto lens), lensa tele refleks (reflex telephoto lens), lensa zoom (zoom lens), dan lensa khusus (special purpose lens).

    Begitu banyaknya jenis lensa yang ada saat ini, namun yang akan diketengahkan disini hanya empat jenis lensa saja, yaitu:

      1. Lensa Norma (Norma lens)

    Lensa ini biasanya merupakan perlengkapan lensa standar yang dikeluarkan oleh pabrik pada saat kita membeli kamera SLR 35mm. Ukuran panjang fokusnya adalah 50mm, namun ada juga yang berukuran 40mm. Hasil tangkapan gambar ini adalah penampakan yang sesungguhnya terlihat oleh mata biasa.

      2. Lensa Sudut Lebar (Wide Angle Lens)

    Lensa sudut lebar memiliki ukuran panjang focus 24mm, 28mm, dan 35mm. Lensa ini digunakan untuk menangkap gambar yang luas semisal pemandangan dan untuk pemotretan di dalam ruangan yang sempit. Sudut pandang yang dihasilkan adalah 84, lebih kecil dari obyek aslinya, gambar luas 74 dan mempunyai kedalam ruang tajam yang luas.

      3. Lensa tele (Telephoto lens)

    Lensa tele sebagai lensa pengintai karena lensa ini dapat menangkap obyek yang jaraknya cukup jauh sekalipun, sehingga sering digunakan oelh paparazzi untuk memotret dari jarak yang cukup jauh. Lensa ini sangat cocok dan sering digunakan untuk foto potret orang atau model. Karena dapat menghasilkan blur (latar belakang kabur) dan ruang tajam yang kecil. Ukuran lensa tele beragam, antara lain : 85mm, 105mm,135mm,180mm, 200mm, 300mm, 400mm, 600 mm,1000 mm.

      4. Lensa zoom (Zoom Lens)

    Jenis lensa ini merupakan gabungan beberapa jenis lensa yang ada dengan jangkauan dan sudut pandangan yang berbeda. Oleh sebab itu lensa ini harganya lebih mahal dari jenis-jenis lensa yang lain. Tapi penggunaan dengan lensa ini mempunyai banyak keuntungan karena kita tidak perlu repot-repot menukar lensa untuk sebuah obyek yang akan difoto. Kita tidak perlu mengubah-ubah posisi dan jarak pemotretan. Cukup hanya menggeserkan posisi panjang focus lensa. Variasi pada lensa zoom sangat banyak jenisnya, antara lain: 35-70mm, 28-80mm, 28-105mm, 28-210mm, 80-200mm, 50-300mm, 200-600mm. Pemakaian untuk lensa ini sangat cocok digunakan untuk tugas-tugas jurnalistik dan foto-foto olahraga.

    Perangkat utama fotografi adalah kamera, untuk bisa memotret maka kita juga perlu mengenal bagian-bagian kamera. Kamera SLR/RLT dan jenis dan tipe yang paling populer yiatu:

      1. Badan kamera (kamera body); bagian yang membentuk sebuah kamera.

      2. Lensa (lens); bagian berbentuk tabung/silinder yang terdiri dari sususnan optik.

      3. Tombol rana (shutter release button); bagian yang terletak pada sisi atas kanan kamera berupa tombol.

      4. Ring pengatur kecepatan rana (shutter speed dial); bagian yang terletak pada sisi kanan atas (pendekatan dengan tombol rana), badan kamera yang terdiri dari angka-angka B, 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000, 2000. Angka kecepatan ini tergantung pada jenis dan merk kamera.

      5. Ring pengatur kepekaan film (film speed dial); tombol yang terletak pada bagian atas kamera yang dapat diputar sebagai penunjuk kecepatan film yang digunakan. Terdiri dari angka standar ISO 12, 25, 50, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200,…

      6. Ring pengantur diafrahma (diafrahma ring); bagian yang terletak pada tbung lensa yang merupakan bukaan angka-angka penunjuk diafrahma. Angka-angka ini biasa disingkat dengan ‘f’ yang terdiri dari angka 1.4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, 32.

      7. Skala ruang tajam (dept of field scale); bagian yang terletak pada tabung film berdekatan dengan ring pengatur diafrahma yang terdiri dari susunan angka: 16, 11, 8, 4 ^ 4, 8,11,16

      8. Lubang pengamat / celah pengintai (View Finder); adalah kaca yang terletak pada belakang kamera yang berfungsi sebagai celah pengintai.

      9. Tabir film / penutup (focal plane); bagian berupa tirai yang menyekat / menutup antara lensa dan film. Terletak di dalam kamera.

      10. Pengokang film (film advance lever); bagian yang dapat ditarik yang terletak pada bagian kanan atas kamera.

      11. Tombol penangguh waktu (self timer lever); bagian yang berfungsi untuk menangguhkan saat pemotretan selama beberapa detik. Biasanya terltak pada bagian depan kamera.

      12. Engkol penggulung balik (film rewind crank); bagian yang berfungsi untuk menggulungkan film yang telah terpakai. Letaknya berada pada bagian kiri atas kamera dan lengkapi dengan engkol penggulung yang dapat dilipat.

      13. Sepatu panas blitz (hot shoe); bagian yang berada pada tenggah kamera yang terdiri dari bulatan logam sebagai alat pengontak lampu kilat dengan mekanisme kamera.

      14. Terminal kontak blitz (flash terminal); bulatan sekunder stekker sebagai tempat penyambung kabel lampu kilaat ke badan kamera.

      15. Cermin (mirror); bagian yang terletak di dalam ruang pencahayaan pada kamera yang berfungsi sebagai reflector bayangan dari lensa ke jendela pengamat.

      16. Wadah batere (battery compartment); terletak di bagian bawah kamera, atau dibagian depan kamera, dan pada jenis kamera tertentu terletak di bagian dalam kamera di bawah cermin.

      17. Tombol pengukur cahaya (light meter switch); biasanya terpasang langsung pada tombol rana, yang jika ditekan setengah akan mengaktifkan indicator atau alat pengukur cahaya.

      18. Tombol pelepas film (film release button); tombol yang terletak pada bagian bawah kamera di sebelah kanan. Jika tombol ini ditekan, maka roda gigi pengait film akan berada pada posisi bebas dan film siap untuk digulung balik dengan tombol penggulung film.

    Peralatan tambahan pendukung kamera

    Dalam dunia fotografi banyak fasilitas tambahan untuk mendukung dan memudahkan pemotretan agar dapat menghasilkan foto-foto yang baik dan berkualitas. Adapun alat-alat tambahan itu yang paling sering digunakan antara lain:

      1. Tripod (kaki tiga); berfungsi untuk menyangga kamera dan tripod inipun memiliki berbagai macam ukuran. Ada yang berukuran kecil (Lighweight tripod), ukuran sedang (standard tripod), dan ada yang berukuran besar (Large Format Tripod).

      2. Monopod (Penyangga kamera berkaki tunggal)

      3. Kabel pelepas rana (shutter release cable)

      4. Filter-filter (aksesoris tambahan) berfungsi untuk menimbulkan efek-efek tertentu pada sebuah foto.

      5. Tudung lensa (lens hood) berfungsi untuk melindungi bagian terdepan dari lensa.

      6. Tas kamera dan tempat lensa.

      7. Peralatan untuk membersihkan lensa dan kamera yang terdiri dari:

      - Brush, yaitu kuas pembersih yang terbuat dari bahan lembut dan sekaligus memiliki sarana penghembus debu.

      - Liquid lens cleaner yaitu cairan pembersih lensa.

      - Lens cleaning paper yaitu tisu pembersih lensa yang terbuat dari kertas lembut dengan bahan khusus.

      - Lens cleaning tissue yaitu kain pembersih lensa yang terbuat dari bahan halus.

Untuk menciptakan suatu karya foto yang berhasil, fotografer harus dapat membuat foto, bukan hanya memetik foto. Foto yang dibuat tentu lebih baik karena memiliki konsep yang kuat seperti memperhatikan unsur teknis foto, pencahayaan, dan kompisisi sehingga foto menjadi lebih hidup dan memiliki jiwa.

Unsur pendukung untuk membuat sebuah foto yang baik tersebut adalah komposisi. Komposisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefenisikan sebagai susunan atau tatanan. Dalam fotografi sendiri susunan atau tatanan berfungsi menciptakan jiwa (isi foto) agar foto tersebut memiliki nilai dan bermutu.

Unsur-unsur yang terdapat dalam komposisi yaitu:

      - Angle (sudut pengambilan)

    Terdiri dari beberapa macam yaitu sudut pengambilan dari bawah (frog eyes fiew /low angle), sudut pengambilan dari atas (bird eyes view / high angle) dan sudut pengambilan datar (norma view)

      - Format yaitu bentuk foto bagaimana menciptakan foto menjadi menarik dan mempunyai suasana (jiwa) dalam foto. Format sendiri terdiri dari:

      1. Format horizontal, format ini sering dipakai saat pemotretan dengan kamera SLR 135mm. Karena rancang bangun kameranya yang juga horizontal. Kesan dari foto ini cenderung tenang (kalem), luas dan statis.

      2. Format vertical, format ini dikenal dengan format tegak (berdiri) dan kesannya terasa sempit.

      3. Format diagonal, format ini disebut juga format miring untuk memberikan kesan perspektif dan lebih panjang.

      - Bingkai yaitu ruang di mana seorang fotografer akan menemukan inspirasinya. Biasanya bingkai selalu dipakai untuk wadah di mana seorang fotografer akan mengkomposisikan unsure-unsur fotografi lainnya.

      - Titik; seorang fotografer kerap membuat perbandingan antara titik dan bingkainya. Titik-titik ini akan tampil untuk menciptakan center of interset (pusat perhatian).

      - Garis; sekumpulan dari beberapa titik, hubungan terpendek dari dua buah titik disebut sebagai garis lurus. Selain garis lurus, tentu ada garis lengkung dan garis patah-patah. Baik garis lengkung maupun patah-patah terbentuk dari beberapa kumpulan titik.

      - Aksen (Warna); aksen yang dimaksud di sini adalah yang menjadi unsur yang menonjol dalam sebuah foto yaitu warna. Warna-warna dalam fotografi mempunyai pengaruh yang menentukan dalam pembentukan center of interest (pusat perhatian).

      Belajar Ilmu Foto

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Belajar Ilmu Foto dengan judul Kamera, Belajar Ilmu Foto. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://kenangan-lintang.blogspot.com/2010/01/kamera-belajar-ilmu-foto.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Joko Catur Wonosobo - Minggu, 10 Januari 2010

Belum ada komentar untuk "Kamera, Belajar Ilmu Foto"

Poskan Komentar